Tuesday, 21 January 2014

Snow White and The Huntsman

Snow White and The Huntsman, kisah legendaris dalam film yang mengandung unsur keindahan, mengagumkan dan imajinasi. Sama seperti dongeng putri salju, dimana Putri Salju harus sepenuhnya baik, Ratu harus sepenuhnya buruk, dan seperti itulah nuansa Disney yang selama ini kita ketahui. The end is therefore predetermined. But, oh, what a ride.
****
Pemeran :
Kristen Stewart sebagai Snow White
Charlize Theron sebagai Queen Ravenna
Chris Hemsworth sebagai Eric, The Huntsman
Sam Claflin sebagai William, teman masa kecil Snow White.
Lily Cole sebagai Greta, teman Snow White
Sam Spruell sebagai Finn, saudara Ravenna
Vincent Regan sebagai Duke Hammond, ayah William
Noah Huntley sebagai King Magnus, ayah Snow White
Liberty Ross sebagai Queen Eleanor, ibu Snow White
Christopher Obi Ogugua sebagai dubber cermin ajaib
Greg Hicks sebagai Black Knight general
Peter Fernando sebagai Black Knight

Kurcaci :
Ian McShane sebagai Beith
Bob Hoskins sebagai Muir
Johnny Harris sebagai Quert
Toby Jones sebagai Coll, Duir's brother
Eddie Marsan sebagai Duir
Ray Winstone sebagai Gort
Nick Frost sebagai Nion
Brian Gleeson sebagai Gus
****
This is an older Snow White than we usually think of. Kristen Stewart sebagai pemeran utama, memiliki jiwa pemberani. Ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun terkunci di sebuah ruangan di benteng istana. Ia dipenjarakan oleh Istri kedua ayahnya yang kejam, Queen Ravenna. Ravenna sendirilah yang membunuh King Magnus setelah malam pernikahan mereka. Saat ilmu hitam menguasai kerajaan, pertumpahan darah terjadi dimana-mana, saat itu pula Snow White terpisah dari sahabat kecilnya, William.

Tahun-tahun berlalu, Snow White tumbuh dewasa. Kecantikan Ravenna tidak selamanya bertahan, kecuali satu hal. Ia harus memakan jantung Snow White agar tetap cantik dan awet muda selamanya. Sebelum Ravenna memutuskan untuk membunuh Snow White, Ravenna sudah mengambil aura kecantikan Greta terlebih dahulu. Greta dijebloskan ke sebuah ruangan, tepat di sebelah ruangan dimana Snow White dikurung. Snow White sudah muak dengan kejahatan yang diperbuat Ravenna. Snow White yang pintar, mengambil sebuah paku tua yang mengganjal satu-satunya jendela kecil di ruangan apak tersebuk.

Setelah itu, Ravenna memerintahkan Finn untuk membawa Snow kepadanya. Kesempatan ini dimanfaatkan Snow untuk melarikan diri melalui kelemahan Finn yang sangat bergairah oleh kecantikan Snow. Snow berlari menuju Hutan Kegelapan.

Ravenna tidak memiliki kekuatan apapun di Hutan Kegelapan. Ia memerintahkan Finn untuk mencari Snow White disana. Finn menggunakan jasa The Huntsman —pria yang pernah melewati Hutan Kegelapan dalam keadaan selamat— dengan imbalan kalau Ravenna akan mengembalikan istrinya yang telah meninggal. Namun, ketika sampai di Hutan Kegelapan dan melihat ketulusan di mata Snow White, ia sadar kalau ia telah dijebak oleh Ravenna. Eric pun memutuskan untuk membawa pergi Snow White melewati Hutan Kegelapan dan kabur dari pasukan Finn.

Dalam pasukan Finn tersebut, bergabung pula William dewasa yang mendengar bahwa Snow White masih hidup dan terjebak di Hutan Kegelapan. Ia memanfaatkan Finn dan pasukannya hanya untuk bertemu dan menyelamatkan Snow White. 

Hutan Kegelapan benar-benar hutan yang menyeramkan. Hutan itu mampu menjelma menjadi apa yang kita takuti, apa yang kita khawatirkan. Jadi, jauhi pikiran negatif saat di Hutan Kegelapan. Saat Eric dan Snow White hendak meninggalkan Hutan Kegelapan, William datang menemani mereka.


William mengatakan bahwa rakyat akan dengan senang hati bertempur atas nama Raja jika Snow White menunjukkan dirinya dan mengatakan bahwa dia masih hidup, bahwa dia adalah Putri Raja yang lebih pantas duduk di tahta. Namun, hati Snow White masih terlalu rapuh untuk menghadapi peperangan terbesar.

Suatu ketika, Snow White berjalan-jalan sendirian, ia menemukan Willian dan mereka berciuman. Tapi ternyata, pria itu bukanlah William yang asli, melainkan Ravenna yang telah mengolesi racun di bibirnya. Snow White tertidur.

Eric dan William membawa Snow White ke kediaman Duke Hammond. Snow White masih tertidur dengan gaunnya. William mencium Snow White, namun tidak ada reaksi apa pun. Di tengah hatinya yang bergejolak, William ingin sekali membunuh Ravenna. William pun bersusah payah membangkitkan semangat rakyat untuk membunuh Ravenna, namun Duke Hammond melarang William dengan alasan bahwa rakyat masih tidak percaya bahwa Snow White masih hidup.

Di sisi lain, Eric teringat pada istrinya yang tidak mungkin kembali hidup. Ketangguhan Snow White persis dengan ketangguhan istrinya. Dalam mabuknya, Eric mencium Snow White lalu meninggalkannya begitu saja. Tidak beberapa lama, Snow White terbangun dari mantra tidurnya. Perlahan-lahan pikirannya mulai sadar kalau Ravenna harus mati. Ravenna telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai Ratu.

Sadarnya Snow White membuat William, Eric, Duke dan seluruh rakyat kebingungan. Dengan semangat membara, Snow White berhasil meyakinkan rakyat agar bersiap-siap untuk menghadapi peperangan terbesar. Snow White sendiri meneguhkan hatinya, memperkuat tubuhnya di balik baju zirah yang ia kenakan.

Finally, Ravenna berhasil dikalahkan dengan pisau kecil Snow White —pisau pemberian Eric saat di Hutan Kegelapan agar Snow White berjaga-jaga terhadap serangan—. Wajah ravenna yang cantik berubah menjadi sesosok wanita tua yang penuh dengan keriput. Tubuhnya mengurus, kecil dan renta. Ia pun mati.

Well, Snow White kini menduduki tahta yang memang seharusnya ia duduki. Kisah ini diakhiri dengan sorak-sorai rakyat yang bahagia menyambut kehidupan yang lebih layak, kehidupan yang mereka rindu saat King Magnus dan Queen Eleanor masih bertahta.

Tapi, tidak diceritakan kepada siapa hati Snow White berlabuh. Eric atau William? Menurut saya, dari pandangan Snow White, ia memilih Eric. Hhehe...

0 comments:

Post a Comment