Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini, yang ada hanyalah orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.
***
Ini bisa jadi sebuah kisah cinta biasa. Tentang sahabat sejak kecil, yang kemudian jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri. Sayangnya, di setiap cinta harus ada yang terluka.
Ini barangkali hanya sebuah cinta sederhana. Tentang tiga sahabat yang merasa saling memiliki meskipun diam-diam saling melukai.
Ini kisah tentang harapan yang hampir hilang. Sebuah kisah tentang cinta yang nyaris sempurna, kecuali rasa sakit persahabatan itu sendiri.
***
Refrain mengisahkan tentang kisah tiga sahabat yakni Niki (Maudy Ayunda), Nata (Afgansyah Reza), dan Annelise (Chelsea Elizabet Islan). Niki dan Nata berteman sejak Sekolah Dasar, sementara Annelise adalah putri tunggal dari seorang model terkenal yang merasa kesepian. Begitu masuk SMA, Nata perlahan menyadari perubahan perasaannya pada Niki. Di lain pihak, Niki pun merasakan bagaimana rasa cinta yang sebenarnya, namun bukan kepada Nata. Keadaan semakin ruwet ketika Annelise ternyata menyimpan rasa untuk Nata. Ketika jalinan persahabatan harus diselingi dengan perasaan lain, yang manakah yang akan mereka pertahankan?
***
Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama, karya Winna Effendi.
Dalam perjalanan persahabatan tersebut, Nata tumbuh menjadi remaja yang cerdas namun sering menutupi diri dari lingkungannya. Sementara itu, Niki berevolusi menjadi gadis cantik yang dikagumi hampir oleh seluruh teman-teman di sekolahnya, termasuk Nata, yang secara perlahan mulai menyadari bahwa rasa sayang yang ia miliki kepada Niki adalah lebih dari sekedar rasa sayang kepada seorang sahabat.
Karena tidak ingin merusak persahabatan yang telah ia jalin bersama Niki, Nata kemudian memilih untuk memendam saja perasaan cintanya tersebut.
Kira-kira siapa, ya, yang bakal jatuh cinta duluan? Kamu atau aku? (Niki)
Kamu lah, kamu kan centil. (Nata)
Naas, keputusan Nata untuk bermain aman tersebut justru berbalik arah ketika Niki kemudian memilih untuk berpacaran dengan seorang kapten basket dari sekolah lain, Oliver (Maxime Bouttier), yang tentu saja membuat Nata semakin kalut dalam memendam perasaan cintanya. Di saat yang bersamaan, sahabat baru Nata dan Niki, yakni Annelise, ternyata juga mengagumi sosok Nata. Namun seperti halnya Nata yang menyimpan perasaannya untuk Niki, Annelise juga melakukan hal yang sama. Menyimpan perasaannya untuk Nata karena ia menyadari bahwa Nata telah memiliki gadis lain di dalam hatinya. Geez. Kids these days.
Well, hubungan Oliver dan Niki awalnya berjalan mulus. Begitu pula hubungan Nata dan Annelise. Oliver dan Niki jalan bareng layaknya, yah, pasangan. Nata dan Annelise pun jadi sering jalan bareng seperti nonton sirkus (yang biasanya ditonton Niki, Nata, dan Annelise). Nata mengajak Annelise jalan berdua karena akhir-akhir ini, Niki seolah menjauh dan sibuk dengan pacarnya, Oliver.
Sudah terlalu muak untuk manahan perasaannya, akhirnya Nata mengatakan rasa yang sesungguhnya pada Niki di depan Oliver. Niki syok, of course, tapi Niki hanya diam dan meminta maaf kepada Nata kalau saat itu ia merasa bahwa hanya ada Oliver di hatinya.
Ternyata nggak seperti yang Niki duga. Semenjak hari pernyataan itu, batinnya terus meneriakkan nama Nata. Logikanya terus mengingat Nata. Hingga suatu saat, ia memanggil Oliver dengan sebutan Nata. Hal ini tentu saja membuat Oliver marah.
Di sisi lain, Nata pun mengetahui bahwa Annelise juga menyukainya. Namun apa daya, perasaan tidak bisa dibohongi. Nata hanya mencintai Niki. Hanya Niki.
Prom night SMA. Pesta yang biasanya dilakukan saat lulus SMA.
Malam itu, Niki menghubungi Oliver untuk mengantarnya ke acara Porm, namun Oliver membuat alasan kalau ia sedang sakit. So, Niki datang sendirian. Ia melihat Annelise datang bersama Danny (Kakak Nata). Benar-benar di luar dugaan. Niki mengira kalau Annelise akan datang bersama Nata.
Tiba-tiba Oliver datang bersama Helena (Stevani Nepa) -Ketua Cheers yang sebenarnya sangat membenci Niki karena kecantikan dan kepopuleran Niki-. Hati Niki seketika itu pula hancur. Beruntung, ada Nata, laki-laki yang selalu ada untuk Niki.
Niki mulai sadar bahwa Nata selalu ada untuknya. Tapi, Niki harus menerima kenyataan bahwa Nata akan sekolah musik di Austria. Hatinya hancur untuk kedua kalinya. And ternyata, Nata menitip surat untuk Niki lewat kak Danny (Aditya Firmansyah). Di surat itu, tertulis semua perasaan runyam yang selama ini terpendam di hati Nata.
Dear Niki,
Gue kenal lo dari dulu
Gue kenal lo dari jaman kita masih culun dulu
Dari dulu, lo selalu berhasil bikin hidup gue warna-warni,
Dari dulu selalu bikin hidup gue lebih seru,
Bersama lo, gue merasa nggak butuh siapa-siapa lagi,
Gue mau kita terus bersama-sama
dan gue mau jadi cowok yang paing spesial dalam hidup lo,
dan dari dulu cuma lo yang gue sayang-
It's always been you, Nik.
Tahun terus berlalu. Niki tumbuh semakin dewasa, seorang designer. Niki menemukan kembali surat yang ditulis Nata untuknya. Kini tekadnya sudah bulat, ia harus menyusul Nata ke Austria.
Sayang, hanya bermodalkan sepucuk surat, berkali-kali Niki tersesat di negeri orang. Ditambah lagi, tas dan dompetnya tertinggal di taksi. Kesana-kemari, Niki bertanya alamat kampus Nata. Akhirnya, setelah berjam-jam, ia menemukan tempat yang ia cari. Nyanyian Nata menggema hingga ke telinga Niki. Senyum Niki melebar.
Setelah sekian lama, akhirnya cinta Niki dan Nata dipertemukan. Niki membawa sepucuk surat lainnya untuk Nata. Surat dari hatinya. Surat cintanya. Cinta yang datang terlambat.
To: Nata
It's always been you too -Niki-
0 comments:
Post a Comment