BEBAS
(seri: Gadis Sunyi)
By: Arrin Maescha Putri
Di ujung cakrawala aku seolah menyepi,
menilik jauh sambil mengusap muka.
Hanya menemukan langit kosong
seperti kemarin,
dengan hati masih risau
oleh satu kata.
BEBAS
Mataku nanap gemetar memandang
arti yang masih samar.
BEBAS
tidak terbatas,
namun penuh batasan.
Bukankah setiap insan dilahirkan untuk BEBAS?
Sekarang...
Langit yang kulihat seolah runtuh
di atas kepala.
Masih ingin aku berpacu dengan angin,
tapi waktuku telah habis.
Hantaman menyisakan memar biru di wajahku,
dan sekujur tubuhku.
Masih kuingat,
tangan kasar yang merenggut Ibu.
Tangan yang sama pula
yang kini nyaris merenggutku.
Entah apa salah kami.
Aku tidak bisa memadahkannya.
Aku tidak bisa
bicara.
Sekarang...
Raga lemah ini
terbaring di antara gubuk-gubuk bersampah.
Raga lemah ini
terbaring di antara gubuk-gubuk bersampah.
Noktah-noktah merah
menghiasi pakaianku yang putih.
Sekarang...
semakin samar.
Aku hanya melihat senyumnya,
menyiratkan makna lain
seolah BEBAS.
Pada saat ini...
bersama tamparan terakhir,
aku merasa...
... BEBAS.
#Seri ke-1
... BEBAS.
#Seri ke-1
bagus puisinya :)
ReplyDeleteKeren...
ReplyDelete