Valerie: I'll do anything to be with you.
Peter: I thought you'd say that.
Inilah karya terbaru Catherine Hardwicke, perempuan yang mempunyai peran vital terhadap kesuksesan Twilight versi pertama yang merupakan babak awal dari Twilight Saga yang merupakan kisah cinta terlarang adaptasi novel karya Stepheni Meyer. Film ini diproduksi oleh Leonardi DiCaprio.
****
Pemeran :
Amanda Seyfried sebagai Valerie
Megan Charpentier sebagai Valerie kecil
Virginia Madsen sebagai Suzzete
Billy Burke sebagai Cesaire
Julie Christie sebagai Nenek Valerie
Shiloh Fernandez sebagai Peter
DJ Greenburg sebagai Peter kecil
Gary Oldman sebagai Solomon
Max Irons sebagai Henry Lazar
Michael Shanks sebagai Adrien Lazar
Christine Willes sebagai Madame Lazar
Michael Hogan sebagai The Reeve
Lukas Hans sebagai Auguste
Alexandria Maillot sebagai Lucie
Shauna Kain sebagai Roxanne
Kacel Rohn sebagai Prudence
Cole Heppell sebagai Claude
Carmen Lavigne sebagai Rose
Jennifer Halley sebagai Marguerite
Archie Rice, dubber suara Wolf
****
Sudah dua puluh tahun —desa kecil— Daggerhorn, dikutuk oleh teror serigala haus darah yang menghantui hutan di sekelilingnya. Menurut kepercayaan warga setempat, hanya dikarenakan rutinnya para penduduk menyediakan ternak sebagai korban lah yang mampu menahan korban hingga saat ini.
Valerie kecil diperintahkan oleh ibunya untuk mengambil air di hutan.
"Setelah mengambil air, segeralah pulang. Mmm... aku sudah mencoba menjadi anak yang baik." -Valerie-
"Come on, Valerie!" -Peter-
"Aku sudah mencobanya." -Valerie-
Valerie meninggalkan tugasnya mengambil air, lalu mengikuti Peter ke suatu tempat. Mereka bersembunyi diantara semak-semak, memerhatikan kelinci putih yang tengah makan. Peter memerintahkan Valerie untuk membunuhnya.
Kini Valerie tumbuh menjadi gadis cantik, sedangkan Peter tumbuh menjadi pemuda gagah. Peter bekerja sebagai penebang kayu. Diam-diam Valerie datang menemui Peter yang tengah bekerja. Peter sudah mengetahui bahwa Suzzete sudah mengatur pernikahan Valerie dengan Henry Lazar, anak pandai besi kaya, Adrien Lazar. Valerie dan Peter berencana untuk melarikan diri bersama-sama.
Peter: Do you want to marry him?
Valerie: You know I don't
Peter: Prove it
Valerie: How?
Peter: Run away with me
Namun, baru saja hendak berlari menuju dua kuda di depan mereka, denting lirih lonceng berbunyi. Wolf telah melanggar perjanjian!
Valerie berlari kembali ke desanya. Semua orang berduka cita terhadap kematian kakaknya, Lucie. Lucie menjadi korban kekejaman Wolf. Sebenarnya, Lucie sangat mencintai Henry, hanya saja Henry mencintai Valerie.
Korban telah jatuh, sebagian penduduk dilanda ketakutan, sementara separuh lainnya memilih untuk melawan dan membunuh serigala tersebut, termasuk Peter dan Henry. Mereka berhasil membunuh dan memenggal kepala serigala. Tapi, dalam kejadian tersebut, Adrien Lazar tewas karena terkaman serigala. Henry menyalahkan dirinya sendiri dan juga menyalahkan Peter. Karena, sejak awal, Henry sudah mengatakan untuk selalu bersama dalam memburu serigala. Tapi, Peter akhirnya memutuskan untuk membagi pasukan menjadi dua kelompok dan berjalan ke jalan yang berbeda dengan Henry.
Namun, fakta mengejutkan datang seiring kehadiran pendeta Solomon —pemburu serigala termahsyur— dan pasukannya yang kemudian mengungkapkan bahwa serigala yang mereka bunuh itu hanyalah seekor serigala biasa, bukan yang selama ini meneror desa mereka, karena makhluk buas yang dimaksudnya adalah seeokor werewolf alias serigala jadi-jadian yang mungkin saja salah satu penduduk Daggerhorn.
Suzzete —ibu Valerie— menentang keras hubungan Valerie dengan Peter dan meminta Peter untuk menjauhi Valerie.
Suzzete: If you love her, you'll let her go
Suzzete meyakinkan hati Valerie agar setuju menikah dengan Henry. Suzzete mengatakan bahwa cinta akan datang dengan sendirinya.
Suzzete: I didn't love your father when we were first married. I was in love with another man. But, I came to love your father and he gave me two beautiful daughters.
Diusut-usut, ternyata Lucie bukanlah anak Suzzete dan Cesaire, melainkan anak Suzzete dan Adrian. Itulah sebab utama mengapa Suzzete menginginkan Valerie menikah dengan Henry. Tidak mungkin Genry menikahi Lucie, adiknya sendiri.
Di sisi lain, Henry melihat bahwa Valerie sangat bahagia berada di sisi Peter. Hal ini membuat Henry terluka.
Di tengah pesta perayaan berhasilnya membunuh serigala. Tiba-tiba serigala yang sebenarnya telah meneror desa mereka datang dan menyerang kerumunan warga. Semuanya lari tunggang langgang mencoba menyelamatkan diri mereka masing-masing. Pendeta Solomon benar! Serigala tersebut mencakar wajah Suzzete dan membunuh beberapa pasukan Solomon, serta menggigit salah satu dari mereka. Malam penyerangan tersebut merupakan malam dalam jangka waktu bulan merah. Dimana orang yang digigit akan berubah menjadi manusia serigala.
Saat Valerie hendak melarikan diri, serigala jadi-jadian itu menghalanginya dan berbicara pada Valerie. Roxanne menjadi saksi mata hal aneh tersebut. Valerie meminta agar Roxanne tidak mengatakan apa pun yang sudah di lihatnya kepada orang lain.
Tapi keadaan berubah. Claude —adik Roxanne— ditemukan di atas menara, tengah bermain kartu sihir. Tentu saja Solomon menganggap bahwa Claude mungkin saja werewolf yang dicari selama ini. Claude akhirnya dimasukkan ke dalam "gajah panas". Roxanne tidak tega melihat adiknya diperlakukan seperti itu. Di malam harinya, Roxanne datang menemui Solomon untuk bernegoisasi agar adiknya dibebaskan. Uang, harga diri, telah Roxanne tawarkan. Tapi tidak ada kata sepakat. Hingga akhirnya Roxanne buka mulut dan mengatakan bahwa Valerie adalah seorang penyihir yang bisa berbicara dengan serigala. Ditambah lagi, tudung merahnya —pemberian dari neneknya yang tinggal di hutan untuk hari pernikahannya— dipercaya merupakan lambang iblis.
Suatu hari, nenek Valerie mendatangi Henry yang tengah menempa besi. Ia secara tidak langsung mengatakan bahwa Henry adalah seorang werewolf. Namun, Henry dengan tegas membantahnya dan memutar arah bahwa nenek Valerie adalah seorang werewolf. henry berkata demikian karena ia mencium bau yang pernah ia cium di goa saat serigala datang dan membunuh ayahnya. Nenek Valerie memutuskan untuk pergi sebelum keadaan semakin runyam. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap Peter dan Cesaire yang berada di depan kediaman Henry.
Valerie akhirnya dijadikan umpan untuk mendatangkan werewolf. Tapi, di lain tempat, Henry dan Peter bersama-sama mengatur rencana untuk membebaskan Valerie. Di tengah usaha mereka untuk menyelamatkan Valerie, Peter tertangkap oleh anak buah Solomon dan dia dimasukkan ke dalam "gajah panas".
Keadaan di desa memanas dan semakin kacau ketika werewolf benar-benar datang untuk menjemput Valerie. Namun, kali ini —di gerjea, tempat suci yang tak dapat dilewati werewolf— masyarakat desa, termasuk Roxanne justru menghalangi agar Valerie tetap tinggal di desa. Werewolf berusaha untuk melewati garis batas gereja, alhasil kakinya terbakar. Naas, Pendeta Solomon tergigit hari itu dan ia terpaksa dibunuh karena di gigit di bulan merah. Siapapun yang tergigit di bulan merah, ia akan menjadi serigala. (Istri Solomon, dulunya juga adalah seorang werewolf dan dengan berat hati, Solomon membunuh istrinya sendiri)
Setelah keadaan kembali kondusif, Valerie mencoba mencari Peter. Ia menemukan Peter di tengah hutan. Tangan kanannya mengenakan sarung tangan. Valerie mengira bahwa Peter adalah werewolf yang sebenarnya. Valerie menusuk Peter dengan pisau yang ia sembunyikan, lalu berlari ke rumah nenek. (Malamnya, Valerie memimpikan bahwa neneknya adalah seorang werewolf, ia menganggap bahwa mimpi itu merupakan pertanda bahwa neneknya dalam bahaya).
Sesampainya di rumah nenek, Valerie meletakkan keranjangnya —keranjang yang berisi tangan Solomon dengan kuku-kuku perak yang mutakhir untuk membunuh manusia serigala—. Namun, siapa sangka, neneknya ternyata bukan neneknya. Valerie menemukan kenyataan yang mengagetkan mengenai siapa werewolf yang sebenarnya. Werewolf yang selama ini mengejar-ngejar dirinya. Ia adalah Cesaire, ayahnya sendiri!
Valerie ternyata sudah ditakdirkan untuk meneruskan sejarah werewolf yang telah menurun hingga ke Cesaire. Tentu saja Valerie berbesa, ia tidak ingin menjadi monster seperti ayahnya. Di waktu yang bersamaan, Peter datang untuk menyelamatkan Velarie. Velarie kemudian menusuk Cesaire dengan kuku perak Solomon. Ayahnya mati. Sayangnya, sebelum mati, Cesaire sempat menggigit Peter sehingga peter harus menerima dirinya kini berubah menjadi werewolf.
Agar kematian ayahnya tidak diketahui warga, agar warga tidak mengetahui bahwa Cesaire adalah werewolf yang selama ini mengganggu Daggerhorn, maka Valerie dan Peter merobek perut Cesaire dan mengisinya dengan batu, lalu Cesaire di tenggelamkan di sungai.
Peter meninggalkan Valerie karena tidak ingin menyakitinya. Tapi, Valerie justru merasa hatinya semakin ketakutan dan hampa tanpa Peter. Di tempat lain, Suzzete mulai menyadari bahwa Cesaire tidak akan pulang.
Kini, Peter adalah seorang werewolf. Velarie mencintai seorang werewolf. Henry menjadi pelindung Daggerhorn.