Thursday, 30 January 2014

Lahir


LAHIR
(Seri: Gadis Sunyi)
By: Arrin Maescha Putri

Bertanyalah sekaliannya
tentang kisahku.
Kisah sunyi sederhana yang lahir dari
bidadari berdaki.

Pada saat itu...
Bulan purnama pucat di langit,
benderang diantara kelam
dan hitamnya semesta.

Di bawahnya, pada bukit-bukit sampah di muka gubuk
depan rumahku, Bapak risau
mondar-mandir.

Di ruang dalam, dari balik tirai kelabu
nan usang, aku gelisah
takut jadi derita.

Mata bidadariku semakin merah,
semakin basah.
Peluh meluruhkan dosanya,
begitu kata Tuhan.

Dunia kini menjadi dekat sekali depan mata.
Aku LAHIR
bersama derita.

Samar kemerahan dan anyir
masih mengalir sunyi.
Seolah aku ini mati
kalau saja tidak bernapas.

Kulihat...
Bulir lain bukan peluh
disana, di mata bidadariku.
Masih sunyi.

Aku LAHIR
bersama derita dan
gema ketukan pintu.

#Seri ke-2

Tuesday, 28 January 2014

Bebas


BEBAS
(seri: Gadis Sunyi)
By: Arrin Maescha Putri

Di ujung cakrawala aku seolah menyepi,
menilik jauh sambil mengusap muka.

Hanya menemukan langit kosong
seperti kemarin,
dengan hati masih risau
oleh satu kata.

BEBAS

Mataku nanap gemetar memandang
arti yang masih samar.

BEBAS
tidak terbatas,
namun penuh batasan.
Bukankah setiap insan dilahirkan untuk BEBAS?

Sekarang...
Langit yang kulihat seolah runtuh
di atas kepala.
Masih ingin aku berpacu dengan angin,
tapi waktuku telah habis.

Hantaman menyisakan memar biru di wajahku,
dan sekujur tubuhku.
Masih kuingat,
tangan kasar yang merenggut Ibu.
Tangan yang sama pula
yang kini nyaris merenggutku.

Entah apa salah kami.
Aku tidak bisa memadahkannya.
Aku tidak bisa
bicara.

Sekarang...
Raga lemah ini
terbaring di antara gubuk-gubuk bersampah.
Noktah-noktah merah
menghiasi pakaianku yang putih.

Sekarang...
semakin samar.
Aku hanya melihat senyumnya,
menyiratkan makna lain
seolah BEBAS.

Pada saat ini...
bersama tamparan terakhir,
aku merasa...
... BEBAS.

#Seri ke-1

Saturday, 25 January 2014

Kata Hati


  1. "Foto itu media aku buat ngerekam hidup. Soalnya foto kan bisa mengingat kenangan lebih lama dari ingatab kita. Kamu nggak mau kan nanti kamu kehilangan kenangan terus nggak bisa nginget lagi soalnya udah tua." -Fila-
  2. "Katanya, kangen sama mantan itu adalah balikan yang tertunda. Apa kamu mau hidupmu itu bagaikan bungkusan nasi kucing yang kehilangan karetnya. Ambyar. Berantakan." -Sahabat Randi-
  3. "Mungkin cuma kopi item ini yang cocok menggambarkan kehidupan aku. Gelap. Item. Pait." -Randi-
  4. Fila: Menurut aku, cinta itu hitam dan putih. Ada gelap ada terang. Ada yang pergi, ada yang datang. | Randi : Aku rasa, cinta tidak setegas itu. Tidak hanya sekedar hitam dan putih. Cinta itu abstrak, tidak jelas.
  5. "Kayak orang yang seperti katamu nggak jelas maunya apa? KAYAK ORANG YANG NGGAK BISA MOVE ON DARI PACARNYA KARENA DISELINGKUHIN DAN DITINGGALIN HANYA DEMI SEBUAH KARIR?" -Vino-
  6. "Jatuh cinta itu indah. Kalau kamu nggak perlu nyimpen perasaan kamu sendiri. Tapi kamu tau nggak apa yang lebih dari itu? Jatuh cinta sama orang yang mencintai kamu juga." -Fila-
  7. "Di dalam hidup ini kamu berhak punya pilihan. Kalo kamu milih untuk hidup nggak sehat kayak gini, itu terserah kamu. Kalo kamu mau hidup nggak jelas kayak gini, itu pilihan kamu." -Dera-
  8. "Aku tau apa yang aku mau. Aku tau apa yang aku mau lakuin dalam hidup aku. Kalau kamu? Apa kamu tau apa yang kamu mau?" -Dera-
  9. "Kita itu sama-sama bodoh ya. Kalau aku bodoh karena aku nggak pernah berani bilang sayang ke kamu. Kalau kamu bodoh karena kamu terlambat sadar kalau ternyata kamu juga sayang sama aku." -Fila-
  10. "Kalau kata hati kamu berkata hal yang sama, tolong foto aku. Kalau kata hati kamu berkata lain, tolong foto bingkai kosong itu." -Randi-
****
Kata Hati dimulai dengan kisah patah hati yang dialami oleh dua karakter utamanya yakni Randi dan Fila. Randi, seorang fotografer, baru saja ditinggal kekasihnya, Dera, yang lebih memilih untuk mengejar karirnya sebagai model. Pemuda itu sakit hati, marah pada hidupnya yang awalnya manis, dengan sekejap berubah sepahit kopi hitam.

Next. Fila harus menerima kenyataan bahwa sahabat yang telah ia kagumi selama kurang lebih 10 tahun, Adrian, tengah menjalin cinta dengan perempuan lain. Well, just for info kalau Fila kontak-kontakan dengan Adrian lewat semacam skype karena Adrian kuliah di luar negeri.

Satu pertemuan secara tidak sengaja di sebuah kafe (Lecker) akhirnya memperkenalkan dua orang yang tengah dilanda kegalauan hati tersebut satu sama lain. Dan... seperti yang easy banget diduga, perkenalan tersebuutlah yang kemudian secara perlahan mulai menyembuhkan luka cinta di hati masing-masing. Sejak saat itu, mereka bertemu lebih sering, didukung dengan Fila yang ternyata juga hobi memotret. Karena pertemuan mereka yang bisa dibilang cukup sering, ditambah lagi sifat Fila yang polos nan ceria, luka di hati Randi perlahan pulih. Begitupun yang dirasakan Fila, ia seolah tak sendirian lagi kini.

Disaat Randi dan Fila sudah mulai menyadari ada cinta yang tumbuh diantara mereka, klise-klise masa lalu kembali hadir ke kehidupan Randi dan Fila. Seperti kembalinya Dera ke hidup Randi. Dimana Dera menemui Fila dan menceritakan romantisme percintaan Dera dengan Randi dulu. Dera yang sangat cantik, membuat Fila merasa minder dan pesimis. Tak hanya itu, Adrian pun kembali dan menyatakan bahwa sebenarnya ia mencintai Fila.

Tapi hati adalah hati. Perasaan adalah perasaan. Kata hati tidak dapat berdusta. Kenangan-kenangan Fila dan Randi dari potret yang telah mereka lalui akhirnya memilih.  Masa lalu adalah masa lalu. Toh cinta itu tegas, suka ya bilang suka. Nggak ya bilang nggak.

Fila untuk Randi. Randi untuk Fila.
****
Formula klise dalam alur Kata Hati sebenarnya dapat dieksekusi menjadi lebih hidup dan menarik dengan basic romantisme anak muda dan mengeksplor lebih dalam latar tempat Yogyakarta. Jalan cerita yang sebenarnya sederhana ini, diberikan terlalu banyak ekstensi cerita yang jauh dari kesan esensial untuk dihadirkan sehingga penyajiannya, menurut saya, agak bertele-tele. Konfliknya kurang klimaks sehingga terlihat mudah untuk diatasi. Beruntungnya Kimberly Rider mampu menghidupkan karakternya dengan baik.

Malaikat Tanpa Sayap


  1. "Dalam hidup, nggak ada jaminan buat terus bahagia, nggak ada kepastian buat apa pun, semua orang bisa terlempar keluar dari kotak rasa nyamannya secara tiba-tiba." -Vino-
  2. "Cinta bukan masalah memiliki. Cinta adalah berani untuk pergi atau ditinggal pergi." -Mura-
  3. "Kita memang hidup dalam sekat-sekat, pengotakan, pelabelan, dan saat label kita dicabut, kita bukan siapa-siapa lagi." -Vino-
  4. "Di dunia maya, kamu ngebiarin semua orang tahu tentang diri kamu.Tapi di dunia nyata, cuma sahabat kamu doang yang tau kamu kayak gimana." -Vino-
  5. "Persetan dengan pengkotak-kotakan! Sekat-sekat yang berdiri tegak diantara manusia. Toh hidup ini, dunia mainnya orang dewasa. Kita pura-pura tua untuk ngelewatinnya atau pura-pura jadi anak-anak buat ngehindarinnya." -Vino-
  6. "Embun nggak perlu warna biar bisa bikin daun jatuh cinta. Sama kayak aku, aku nggak punya alesan nggak jatuh cinta sama kamu." -Vino-
  7. "Kalo aku pergi, aku nggak minta banyak. Kamu inget aku sekali-sekali, oke." -Mura-
  8. “Tapi kadang dalam hidup, kita tidak dihadapkan pada pilihan. Dalam hidup,nggak ada jaminan buat terus bahagia. Seperti burung-burung senja itu,yang bisa mendadak melayang jatuh nggak pernah kembali ke sarang mereka. Tapi buat aku dan Mura, waktu pernah mematahkan sayap-sayap kami, tapi waktu pula yang menyembuhkan, dan mengajari kami….. untuk tidak pernah menyerah.” –Vino-
  9. “Kamu tahu nggak,kalau aura kamu positif,positif terhadap hidup, pasti alam juga akan mendukung dan setuju sama kamu.”-Mura-
  10. “Kadang, untuk ninggalin temen yang kita sayang,kita justru bikin dia marah dan sakit hati, agar saat kita pergi,kita nggak merasa terlalu kehiilangan.-Vino-
  11. “Kita punya banyak pilihan buat jalanin hidup, tapi nggak punya pilihan buat mati” -Vino-
****
~Surat Vino untuk Sang Ayah:
Pa, kalo ada hal yang aku nggak cerita sama papa, bukan karena aku nggak ngehargain papa. Aku cuma pingin tumbuh jadi laki-laki, yang bisa nyimpen sepinya sendiri. Seperti Papa.


~Surat Vino untuk Mura:
Mura sayang,aku nggak tahu harus mulai dari mana.Aku cuma pingin bilang,jatuh cinta sama kamu bikin aku utuh. Aku nggak lagi ngerasa separuh. Mura sayang,kalau kamu bangun nanti, kamu nggak akan pernah ketemu aku lagi. Tapi aku nggak pergi.Aku nggak akan kemana –mana. Aku ada dalam tubuh kamu. Kamu akan berdegup dengan jantungku. Jantung kita.
****
Pemeran:
Adipati Dolken sebagai Vino
Maudy Ayunda sebagai Mura
Ikang Fawzi sebagai Papa Mura
Surya Saputra sebagai Papa Vino alias Amir
Agus Kuncoro sebagai Calo
Kinaryosih sebagai Ibu Vino alias Myra
Gecca Qheagaveta sebagai adik Vino alias Wina
****
Vino adalah putra tunggal dari sebuah keluarga. Vino tidak terlalu dekat dengan keluarganya, apalagi  setelah Amir mengalami kebangkrutan akibat ditipu rekan bisnisnya sehingga mau tidak mau mereka harus pindah dari perumahan elite ke rumah kontrakkan di gang. Mirna yang sudah tidak kuat menjalani hidup bersama Amir yang berlagak hanya mau bekerja layaknya seorang boss, akhirnya kabur meninggalkan rumah dan keluarganya.

Di sekolah, Vino pun mendapat panggilan dari kepala sekolah karena tunggakkan spp nya yang belum juga dibayar. Padahal, dulu, Ayah Vino adalah donatur terbesar di sekolah tersebut. Merasa muak dengan perubahan kehidupannya dan juga muak dengan semua yang dipikirkan ayah dan ibunya, entah apa itu, Vino memutuskan untuk mengundurkan diri dari sekolah.

Suatu ketika, Wina terjatuh di kamar mandi dan hasil rontgen menunjukkan bahwa Wina harus di operasi  karena kalau tidak, akan terjadi infeksi di kakinya yang berakibat amputasi. Selain itu, Wina kekurangan banyak darah. Rhesus darah Wina adalah A- [rhesus yang langka], yang kebetulan baik Vino maupun Amir memiliki rhesus yang sama. Nah, saat itulah si Calo yang sedang mencari pendonor jantung mendengar bahwa pasiennya memiliki rhesus A-.

Si Calo terus menerus mengawasi Vino yang tengah berdebat dengan Amir mengenai masalah keuangan untuk biaya operasi Wina. Maka, tanpa sungkan-sungkan, si Calo menawari Vino untuk menjadi pendonor jantung karena ada resipien yang golongan darahnya sama dengan Vino. Tentu saja, Vino menolaknya saat itu.

Di rumah sakit yang sama pula, Vino bertemu dengan Mura akibat kesalahpahaman. Beberapa kali mereka berdua bertemu hingga hubungan mereka semakin dekat. Vino tidak mengetahui bahwa Mura memiliki penyakit jantung yang bisa dibilang sudah parah. Dibalik rahasia besar itu, Vino merasakan hidupnya kembali dan semakin berwarna bersama Mura.

Terus-menerus digencat perekonomian, akhirnya Vino menerima tawaran donor jantung demi membayar biaya rumah sakit Wina. Wina kini sembuh. Amir pun bekerja sebagai supir taksi. Namun, lama-kelamaan rasa berani itu goyah. Vino memutuskan untuk tidak jadi mendonorkan jantungnya dan berniat mengembalikan uang yang diberikan si Calo.

Merasa kesal, si Calo pada akhirnya membongkar rahasia bahwa donor jantung itu akan diberikan kepada Mura. Mendengar itu, hati Vino hancur. Sekuat tenaga, ia mencoba untuk meyakinkan hatinya agar ikhlas memberikan jantungnya untuk Mura.

Agar Vino tidak merasa sakit saat pendonoran nanti, si Calo memberikan obat yang entahlah apa, yang jelas katanya obat ini akan menghilangkan rasa sakit Vino nanti. Sebelum menelan dua pil itu, Vino menyempatkan diri menulis surat untuk Amir dan Mura. Vino mulai perhatian kepada ayahnya. Vino menyetrika seragam Amir dan mereka sholat berjamaah.

Hari itu tiba. Vino menguatkan tekadnya dan meminum dua pil yang akan mengantarkannya pada kematian. Tapi alur berbalik, Myra datang untuk mengambil Wina setelah meninggalkannya. Tentu saja, Amir tidak mengijinkannya sedikit pun. Perdebatan sengit terjadi dan... pacar baru Myra datang serta melayangkan satu tembakan ke arah Amir. Amir tumbang bersamaan dengan Vino yang pingsan.

Sebelumnya, Amir telah membaca surat-surat yang ditulis Vino. Di tengah sekarat, Amir mengajukan permohonan agar jantungnya lah yang di donorkan. Jangan jantung Vino. Karena Vino dan Mura harus hidup bahagia. Finally, yap! Mura dan Vino hidup bahagia. Di jantung Mura berdegup jantung Amir bukan Vino.
****
Membaca sinopsis diatas, tanpa harus menjadi spoiler, kita seharusnya sudah bisa menebak kemana film akan bermuara. Formula klise lagi-lagi menjadi amunisi dalam skenarionya. Akan tetapi bukankah semenjak Pygmalion, melodrama selalu lekat dengan hal-hal yang sifatnya streotipikal dan penekanan pada aspek emosional secara berlebihan? Tentu saja adalah naif untuk membandingkannya dengan karya-karya Jean-Jacques Rousseau, apalagi mengharapkan kehadiran aspek sosial-politik seperti film-film milik Douglas Sirk, Rainer Werner atau maestro kita, Teguh Karya.

Namun, di film ini, kronik keluarga yang berperan sebagai subplot cukup menutupi alur yang cenderung oversimplikasi. Emosi tertahan Amir yang menyesakkan, well, harus diakui berhasil membuat penonton merasakan itu.

Thursday, 23 January 2014

Beautiful Creatures


Kalau Twilight sudah mengeksplorasi hubungan cinta manusia dengan vampire dan werewolf. Sementara The Host dan I Am Number Four menggali aspek romantisme manusia dengan aliens. Warm Bodies pun menceritakan kisah cinta manusia dengan zombie, maka apa lagi yang tersisa dalam Beautiful Creatures? Apakah bercinta dengan monster? Tidak. jawabannya adalah romantisme manusia dengan gadis penyihir. Selama ini track record film/serial yang mengangkat kisah cinta dengan penyihir kurang sukses. Lihat saja serial Eastwick yang ditamatkan prematur di tahun 2009, maupun The Secret Circle yang tak diperpanjang setelah habis tahun pertamanya. Bisakah Beautiful Creatures mengubah tren ini?
****
Pemeran:
Alden Ehrenreich sebagai Ethan Lawson Wate
Alice Englert sebagai Lena Duchannes
Jeremy Irons sebagai Macon Ravenwood
Viola Davis sebagai Amma
Emmy Rossum sebagai Ridley Duchannes
Thomas Mann sebagai Wesley Jefferson alias Lincoln
Emma Thompson sebagai Mavis Lincoln alias Sarafine
Margo Martindale sebagai Del
Eileen Atkins sebagai Emmaline Duchannes (Grandma)
Zoey Deutch sebagai Emily Asher
Tiffany Boone sebagai Savannah Snow
Kyla Gallner sebagai Larkin Kent
Rachel Brosnahan sebagai Genevieve Duchannes
****
Ethan Wate: Memories are erased. One look back at the sign, I remembered. I remembered you. Every moment we spent together. The secret we kept. Everything came flooding back into my heart.

Beautiful Creatures adalah Film Romantic-Fantasi tahun 2013. Film ini diadopsi dari novel dengan judul yang sama, karya Kami Gracia dan Margareth Stole.

Dibuka dengan narasi Ethan. Ethan sangat tidak menyukai kota kecil Gatlin, ia ingin sekali pindah. Ethan tinggal bersama ayah dan pembantunya. Ibunya telah meninggal dunia. Ethan adalah pemuda yang gemar membaca.

Cerita berawal saat Ethan terbangun dari tidurnya akibat bermimpi tentang seorang gadis misterius. Gadis yang sama. Mimpi itu tentu saja menggelisahkan Ethan, karena dalam mimpinya, ia jatuh cinta pada gadis itu, meskipun Ethan tidak tahu siapa dia. Ethan bahkan mencoba mensketsa wajah gadis itu. Sayangnya, separuh wajahnya tersembunyi dibalik geraian rambut hitamnya. Ketika Ethan terbangun, ia menemukan sebuah lagu baru oleh seniman yang tidak dikenal di I-Pod nya. Lagu ini disebut "Sixteen Moons", dan liriknya membuat Ethan takut. Ketika ia memeriksa playlist, lagu itu hilang.

Pada suatu hari, gadis misterius ini muncul dalam kehidupannya dalam wujud seorang siswi baru yang pendiam dan misterius, Lena Duchannes. Di kota fiktif Gatlin, South Carolina, yang dipenuhi oleh manusia-manusia yang sangat fanatik dengan ajaran agama, Lena langsung dikucilkan dan dianggap aneh sebab keluarganya disangka sebagai penyembah setan. Hal tersebut secara otomatis menjadikan Lena sebagai public enemy baru. Lena mengenakan gaun panjang dan sama sekali tidak tertarik dengan kegiatan-kegiatan populer dan ngetrend di sekolah.

Tapi tidak bagi Ethan. Ia justru mendekati Lena, karena hatinya yakin bahwa Lena adalah gadis misterius yang selalu hadir dalam mimpinya. Gadis yang berdiri seorang diri di bawah pohon rindang, tegar diatara petir yang menyambar kejam. Sayangnya Ethan tidak tahu bahwa gadis itu memiliki sebuah potensi yang sangat besar pada kemampuan sihir yang ia miliki. Ethan memberanikan diri untuk mengantar Lena pulang, saat itulah awal pendekatan mereka dimulai.

Di kelas Bahasa Inggris selanjutnya, Ethan mulai mendengar bahwa Lena berkomunikasi secara telepati dengan dirinya. Gadis-gadis dikelas masih menghinanya dan menghujatnya. Kemarahan Lena tidak dapat dibendung lagi, emosinya yang meledak mampu memecahkan kaca jendela kelas dan melukai murid-murid.

Lena berjalan pulang ke Ravenwood Manor dan Ethan mengikutinya. Secara sembunyi-sembunyi memasuki gerbang rumah Lena. Rumah Lena sangat besar, namun sangat sepi. Secara tidak sengaja, mata Ethan kembali menemukan Lena sedang menangis di sebuah taman yang penuh dengan pohon jeruk. Ethan mendekatinya dan mencoba berbicara pada Lena. Lena mengatakan bahwa kadang-kadang hal yang tidak bisa dijelaskan terjadi di sekelilingnya.

Ketika hendak pulang, Ethan menemukan liontin tua di tanah, dan entah bagaimana ia bisa melihat kejadian di masa lampau. Masa dimana seorang wanita bernama Genevieve Duchannes yang sedang melihat kebun ibunya yang terbakar. Kejadian itu terjadi selama periode Perang Saudara. Ternyata, liontin itu memiliki dua set inisial, yang diukir di liontin itu, sebagai milik nenek moyang dari Lena -Genevieve Duchannes- dan nenek moyang Ethan -Ethan Carter Wate-

Well, you must know that tepat di hari ulang tahunnya yang ke-16, Lena akan resmi menjadi penyihir abadi. Penyihir jahat atau Penyihir baik? Lena lah yang menentukannya. Hal tersebut pula yang menjadi alasan dari kehadiran sepupunya Ridley Duchannes dan ibunya yang sudah meninggal Serafine.

Setelah beberapa hari Lena tidak masuk sekolah, Ethan mengunjungi rumah Lena dan bertemu dengan paman Ravenwood. Macon tidak memberi informasi tambahan apapun kepada Ethan tentang liontin itu. Anehnya, rumah ini juga berubah. Rumah ini penuh dengan dedaunan kering dan sangat berantakan. Beda sekali dengan yang pertama kali Ethan lihat.

Suatu hari, Ethan bertemu dengan Ridley. Ridley mencium Ethan sehingga Ethan tidak dapat berbica. Ridley membawa Ethan ke Gathering makan malam keluarga Lena setiap tahun. Ridley mengungkapkan bahwa lima bulan lagi, Lena akan berusia 16 tahun, dan pada hari ulang tahun ke-16, Lena akan menentukan nasibnya sebagai penyihir Cahaya Kastor.

Setelah terjadi perdebatan seru yang menyebabkan meja makan dan semua yang duduk disana berputar seperti terkena badai. Lena akhirnya membawa Ethan ke kamarnya. Ethan yang masih syok dengan kebisuannya yang mendadak, mencoba rileks di kasur Lena mendengarkan cerita bahwa Ridley adalah Siren yang mampu menyihir orang lain untuk melakukan apa pun yang ia inginkan. Lena takut kalau ia akan menjadi jahat seperti Ridley. Ethan menjamin bahwa hal itu tidak akan terjadi. Mala itu juga, Ethan mencium Lena untuk pertama kalinya. Bersama Ethan, Lena mencari cara agar ia tidak hanyut dalam kekuatan gelap yang sedang mengincarnya.

Keesokan harinya, Lena dan Ethan bolos sekolah untuk meneliti liontin itu lagi. Saat mereka menyentuhnya, mereka melihat Genevieve Duchannes tengah menyelamatkan Ethan Carter Wate yang tertembak. Genevieve melepaskan mantra sihir terlarang "Kitab Moons". Ethan Carter Wate berhasil selamat, namun karena mantra itu akan membuat siapa pun menjadi jahat, akhirnya Genevieve yang sudah terpengaruh mantra hitam, membunuh Ethan dan semua pihak yang bertanggung jawab atas kematian Ethan Carter.

Marina Aschroft mengungkapkan bahwa dirinya menjadi Keeper, seorang manusia yang mengetahui dan menyimpan catatan sejarah Dark Castore. Marina Aschroft juga menyimpan Kitab Moons di sebuah perpustakaan yang disebut Perpustakaan Caster. Namun, berhari-hari Lena mengurung diri, hasilnya Nihil. Lena merasa tidak mampu menahan dirinya untuk menjadi penyihir jahat.

Hari ulang tahun Lena dimulai, namun Ridley telah mempengaruhi sabat baik Ethan, sehingga tanpa sadar, ia menembak Ethan. Lena mendapati Ethan tengah terbaring di antara sisa-sisa gedung yang runtuh. Serafine dan Ridley tampak bahagia dan menghasut Lena untuk membaca "kitab moons", nyaris saja terpancing, tiba-tiba Ethan berubah menjadi Macon. Ternyata Macon sudah mengetahui kepicikan Ridley dan Serafina. Akhirnya, dengan kekuatan yang Lena miliki, Lena berhasil mengalahkan Serafina. Ridley berhasil kabur.

Setelah kejadian itu, Ethan merasakan dirinya tidak mengingat apa pun tentang Lena. Lena merasa sangat sedih. Namun, saat Ethan melintasi jalanan yang ia ingat pernah ia lewati dulu bersama seseorang, Ethan mulai mengingat nama Lena kembali. Lena mendengar panggilan Ethan dan mendapatkan dirinya tersenyum.

Wednesday, 22 January 2014

FMIPA

SURAT DARIKU


Penerusku yang diberkati keberuntungan,
siapa pun kau, siapa pun yang membaca surat ini....
Bagaimana rahasia murni yang tersembunyi yang bahkan telah merenggut harapan serta kehidupan diurutkan dan terlihat jelas saat dipelajari.  Semua bagian tanpa logika ilmiah yang tidak berguna dijadikan landasan eksperimen, sehingga sejarah, yang hampir berbeda dengan berbagai hal yang mungkin di masa depan dipercaya, bisa tampak jelas sebagai fakta sederhana.  
Di mana ingatan, argumen, dan analisis mungkin saja salah, karena dunia terus dan semakin sulit untuk ditaklukan. Semuanya, pada dasarnya, merupakan pandangan dan dalam jangkauan pengetahuan mereka yang menemukannya.
Ilmu Pengetahuan Alam menyiratkan dasar pikir sistematis yang melatih para penerusnya untuk mengembangkan ide emas mereka. Membiarkan ide itu mengalir, lalu seolah titanium yang meledak menciptakan teknologi dan penemuan baru di era yang tentu saja bukan lagi era klasik, melainkan nyaris menjadi era robotic.
Setiap detail ilmu murni memiliki pesona tersendiri yang menarik minat para penerusnya bahkan mampu mengubah paradigma tentang alam dan kehidupan. Dari sudut pandang yang berbeda, ilmu murni mampu menjadi potret yang luar biasa, menciptakan suatu fokus perspektif pada peradaban dunia.
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, suatu ikhtisar mutlak yang merupakan dasar dari beragam ilmu. Kimia contohnya, jika kimia berkembang, akan muncul teknik kimia yang menggunakan dasar-dasar kimia murni. Fisika yang memunculkan teknik nuklir dan cabang geofisika yang bisa membantu mengatasi masalah energi dunia. Kalian pikir, apa yang mendasari gadget yang kalian punya itu? Edarkanlah pandanganmu ke sekeliling, karena aku tengah mengintipmu, menanti untuk kau jamah.
Dunia mengharapkan adanya konsep baru! Bukan konsep terapan dari konsep lama. Revolusi ilmiah masih berlangsung. Aku ini, yang sesungguhnya ada di hatimu itu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengerahuan Alam, masih hadir untuk menyambut penerusku yang budiman dan beruntung.
Aku harus berhenti, penerusku yang beruntung; aku tidak ingin menulis lebih banyak lagi saat ini. Kau harus mencari tahu sendiri bagaimana rasanya menjadi bagian dariku. Kau harus tahu bagaimana rasanya menciptakan teknologi dan pengetahuan baru yang bersifat positif. Kau harus tahu bagaimana rasanya menyelam dalam ilmu murni yang luar bisa menakjubkan. Aku mohon, kau tidak berhenti hanya dengan membaca ini, tapi melanjutkannya, karena aku sudah menantimu.

Aku yang sangat berharap,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

The Red Riding Hood


Valerie: I'll do anything to be with you.
Peter: I thought you'd say that.
Inilah karya terbaru Catherine Hardwicke, perempuan yang mempunyai peran vital terhadap kesuksesan Twilight versi pertama yang merupakan babak awal dari Twilight Saga yang merupakan kisah cinta terlarang adaptasi novel karya Stepheni Meyer. Film ini diproduksi oleh Leonardi DiCaprio.
****
Pemeran :
Amanda Seyfried sebagai Valerie                        
Megan Charpentier sebagai Valerie kecil              
Virginia Madsen sebagai Suzzete                         
Billy Burke sebagai Cesaire                                 
Julie Christie sebagai Nenek Valerie                     
Shiloh Fernandez sebagai Peter                           
DJ Greenburg sebagai Peter kecil                        
Gary Oldman sebagai Solomon                            
Max Irons sebagai Henry Lazar                            
Michael Shanks sebagai Adrien Lazar                   
Christine Willes sebagai Madame Lazar
Michael Hogan sebagai The Reeve
Lukas Hans sebagai Auguste
Alexandria Maillot sebagai Lucie
Shauna Kain sebagai Roxanne
Kacel Rohn sebagai Prudence
Cole Heppell sebagai Claude
Carmen Lavigne sebagai Rose
Jennifer Halley sebagai Marguerite
Archie Rice, dubber suara Wolf
****
Sudah dua puluh tahun —desa kecil— Daggerhorn, dikutuk oleh teror serigala haus darah yang menghantui hutan di sekelilingnya. Menurut kepercayaan warga setempat, hanya dikarenakan rutinnya para penduduk menyediakan ternak sebagai korban lah yang mampu menahan korban hingga saat ini.

Valerie kecil diperintahkan oleh ibunya untuk mengambil air di hutan.
"Setelah mengambil air, segeralah pulang. Mmm... aku sudah mencoba menjadi anak yang baik." -Valerie-
"Come on, Valerie!" -Peter-
"Aku sudah mencobanya." -Valerie-
Valerie meninggalkan tugasnya mengambil air, lalu mengikuti Peter ke suatu tempat. Mereka bersembunyi diantara semak-semak, memerhatikan kelinci putih yang tengah makan. Peter memerintahkan Valerie untuk membunuhnya.

Kini Valerie tumbuh menjadi gadis cantik, sedangkan Peter tumbuh menjadi pemuda gagah. Peter bekerja sebagai penebang kayu. Diam-diam Valerie datang menemui Peter yang tengah bekerja. Peter sudah mengetahui bahwa Suzzete sudah mengatur pernikahan Valerie dengan Henry Lazar, anak pandai besi kaya, Adrien Lazar. Valerie dan Peter berencana untuk melarikan diri bersama-sama. 

Peter: Do you want to marry him?
Valerie: You know I don't
Peter: Prove it
Valerie: How?
Peter: Run away with me

Namun, baru saja hendak berlari menuju dua kuda di depan mereka, denting lirih lonceng berbunyi. Wolf telah melanggar perjanjian!

Valerie berlari kembali ke desanya. Semua orang berduka cita terhadap kematian kakaknya, Lucie. Lucie menjadi korban kekejaman Wolf. Sebenarnya, Lucie sangat mencintai Henry, hanya saja Henry mencintai Valerie. 

Korban telah jatuh, sebagian penduduk dilanda ketakutan, sementara separuh lainnya memilih untuk melawan dan membunuh serigala tersebut, termasuk Peter dan Henry. Mereka berhasil membunuh dan memenggal kepala serigala. Tapi, dalam kejadian tersebut, Adrien Lazar tewas karena terkaman serigala. Henry menyalahkan dirinya sendiri dan juga menyalahkan Peter. Karena, sejak awal, Henry sudah mengatakan untuk selalu bersama dalam memburu serigala. Tapi, Peter akhirnya memutuskan untuk membagi pasukan menjadi dua kelompok dan berjalan ke jalan yang berbeda dengan Henry.

Namun, fakta mengejutkan datang seiring kehadiran pendeta Solomon —pemburu serigala termahsyur— dan pasukannya yang kemudian mengungkapkan bahwa serigala yang mereka bunuh itu hanyalah seekor serigala biasa, bukan yang selama ini meneror desa mereka, karena makhluk  buas yang dimaksudnya adalah seeokor werewolf alias serigala jadi-jadian yang mungkin saja salah satu penduduk Daggerhorn.

Suzzete —ibu Valerie— menentang keras hubungan Valerie dengan Peter dan meminta Peter untuk menjauhi Valerie. 

Suzzete: If you love her, you'll let her go

Suzzete meyakinkan hati Valerie agar setuju menikah dengan Henry. Suzzete mengatakan bahwa cinta akan datang dengan sendirinya.

Suzzete: I didn't love your father when we were first married. I was in love with another man. But, I came to love your father and he gave me two beautiful daughters.

Diusut-usut, ternyata Lucie bukanlah anak Suzzete dan Cesaire, melainkan anak Suzzete dan Adrian. Itulah sebab utama mengapa Suzzete menginginkan Valerie menikah dengan Henry. Tidak mungkin Genry menikahi Lucie, adiknya sendiri.

Di sisi lain, Henry melihat bahwa Valerie sangat bahagia berada di sisi Peter. Hal ini membuat Henry terluka. 

Di tengah pesta perayaan berhasilnya membunuh serigala. Tiba-tiba serigala yang sebenarnya telah meneror desa mereka datang dan menyerang kerumunan warga. Semuanya lari tunggang langgang mencoba menyelamatkan diri mereka masing-masing. Pendeta Solomon benar! Serigala tersebut mencakar wajah Suzzete dan membunuh beberapa pasukan Solomon, serta menggigit salah satu dari mereka. Malam penyerangan tersebut merupakan malam dalam jangka waktu bulan merah. Dimana orang yang digigit akan berubah menjadi manusia serigala.

Saat Valerie hendak melarikan diri, serigala jadi-jadian itu menghalanginya dan berbicara pada Valerie. Roxanne menjadi saksi mata hal aneh tersebut. Valerie meminta agar Roxanne tidak mengatakan apa pun yang sudah di lihatnya kepada orang lain.

Tapi keadaan berubah. Claude —adik Roxanne— ditemukan di atas menara, tengah bermain kartu sihir. Tentu saja Solomon menganggap bahwa Claude mungkin saja werewolf  yang dicari selama ini. Claude akhirnya dimasukkan ke dalam "gajah panas". Roxanne tidak tega melihat adiknya diperlakukan seperti itu. Di malam harinya, Roxanne datang menemui Solomon untuk bernegoisasi agar adiknya dibebaskan. Uang, harga diri, telah Roxanne tawarkan. Tapi tidak ada kata sepakat. Hingga akhirnya Roxanne buka mulut dan mengatakan bahwa Valerie adalah seorang penyihir yang bisa berbicara dengan serigala. Ditambah lagi, tudung merahnya  —pemberian dari neneknya  yang tinggal di hutan untuk hari pernikahannya— dipercaya merupakan lambang iblis.

Suatu hari, nenek Valerie mendatangi Henry yang tengah menempa besi. Ia secara tidak langsung mengatakan bahwa Henry adalah seorang werewolf. Namun, Henry dengan tegas membantahnya dan memutar arah bahwa nenek Valerie adalah seorang werewolf. henry berkata demikian karena ia mencium bau yang pernah ia cium di goa saat serigala datang dan membunuh ayahnya. Nenek Valerie memutuskan untuk pergi sebelum keadaan semakin runyam. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, menatap Peter dan Cesaire yang berada di depan kediaman Henry. 

Valerie akhirnya dijadikan umpan untuk mendatangkan werewolf. Tapi, di lain tempat, Henry dan Peter bersama-sama mengatur rencana untuk membebaskan Valerie. Di tengah usaha mereka untuk menyelamatkan Valerie, Peter tertangkap oleh anak buah Solomon dan dia dimasukkan ke dalam "gajah panas".

Keadaan di desa memanas dan semakin kacau ketika werewolf benar-benar datang untuk menjemput Valerie. Namun, kali ini —di gerjea, tempat suci yang tak dapat dilewati werewolf— masyarakat desa, termasuk Roxanne justru menghalangi agar Valerie tetap tinggal di desa. Werewolf berusaha untuk melewati garis batas gereja, alhasil kakinya terbakar. Naas, Pendeta Solomon tergigit hari itu dan ia terpaksa dibunuh karena di gigit di bulan merah. Siapapun yang tergigit di bulan merah, ia akan menjadi serigala. (Istri Solomon, dulunya juga adalah seorang werewolf dan dengan berat hati, Solomon membunuh istrinya sendiri)

Setelah keadaan kembali kondusif, Valerie mencoba mencari Peter. Ia menemukan Peter di tengah hutan. Tangan kanannya mengenakan sarung tangan. Valerie mengira bahwa Peter adalah werewolf yang sebenarnya. Valerie menusuk Peter dengan pisau yang ia sembunyikan, lalu berlari ke rumah nenek. (Malamnya, Valerie memimpikan bahwa neneknya adalah seorang werewolf, ia menganggap bahwa mimpi itu merupakan pertanda bahwa neneknya dalam bahaya).

Sesampainya di rumah nenek, Valerie meletakkan keranjangnya —keranjang yang berisi tangan Solomon dengan kuku-kuku perak yang mutakhir untuk membunuh manusia serigala—. Namun, siapa sangka, neneknya ternyata bukan neneknya. Valerie menemukan kenyataan yang mengagetkan mengenai siapa werewolf yang sebenarnya. Werewolf yang selama ini mengejar-ngejar dirinya. Ia adalah Cesaire, ayahnya sendiri!

Valerie ternyata sudah ditakdirkan untuk meneruskan sejarah werewolf yang telah menurun hingga ke Cesaire. Tentu saja Valerie berbesa, ia tidak ingin menjadi monster seperti ayahnya. Di waktu yang bersamaan, Peter datang untuk menyelamatkan Velarie. Velarie kemudian menusuk Cesaire dengan kuku perak Solomon. Ayahnya mati. Sayangnya, sebelum mati, Cesaire sempat menggigit Peter sehingga peter harus menerima dirinya kini berubah menjadi werewolf.

Agar kematian ayahnya tidak diketahui warga, agar warga tidak mengetahui bahwa Cesaire adalah werewolf yang selama ini mengganggu Daggerhorn, maka Valerie dan Peter merobek perut Cesaire dan mengisinya dengan batu, lalu Cesaire di tenggelamkan di sungai.

Peter meninggalkan Valerie karena tidak ingin menyakitinya. Tapi, Valerie justru merasa hatinya semakin ketakutan dan hampa tanpa Peter. Di tempat lain, Suzzete mulai menyadari bahwa Cesaire tidak akan pulang.

Kini, Peter adalah seorang werewolf. Velarie mencintai seorang werewolf. Henry menjadi pelindung Daggerhorn.

Tuesday, 21 January 2014

Snow White and The Huntsman

Snow White and The Huntsman, kisah legendaris dalam film yang mengandung unsur keindahan, mengagumkan dan imajinasi. Sama seperti dongeng putri salju, dimana Putri Salju harus sepenuhnya baik, Ratu harus sepenuhnya buruk, dan seperti itulah nuansa Disney yang selama ini kita ketahui. The end is therefore predetermined. But, oh, what a ride.
****
Pemeran :
Kristen Stewart sebagai Snow White
Charlize Theron sebagai Queen Ravenna
Chris Hemsworth sebagai Eric, The Huntsman
Sam Claflin sebagai William, teman masa kecil Snow White.
Lily Cole sebagai Greta, teman Snow White
Sam Spruell sebagai Finn, saudara Ravenna
Vincent Regan sebagai Duke Hammond, ayah William
Noah Huntley sebagai King Magnus, ayah Snow White
Liberty Ross sebagai Queen Eleanor, ibu Snow White
Christopher Obi Ogugua sebagai dubber cermin ajaib
Greg Hicks sebagai Black Knight general
Peter Fernando sebagai Black Knight

Kurcaci :
Ian McShane sebagai Beith
Bob Hoskins sebagai Muir
Johnny Harris sebagai Quert
Toby Jones sebagai Coll, Duir's brother
Eddie Marsan sebagai Duir
Ray Winstone sebagai Gort
Nick Frost sebagai Nion
Brian Gleeson sebagai Gus
****
This is an older Snow White than we usually think of. Kristen Stewart sebagai pemeran utama, memiliki jiwa pemberani. Ia telah menghabiskan waktu bertahun-tahun terkunci di sebuah ruangan di benteng istana. Ia dipenjarakan oleh Istri kedua ayahnya yang kejam, Queen Ravenna. Ravenna sendirilah yang membunuh King Magnus setelah malam pernikahan mereka. Saat ilmu hitam menguasai kerajaan, pertumpahan darah terjadi dimana-mana, saat itu pula Snow White terpisah dari sahabat kecilnya, William.

Tahun-tahun berlalu, Snow White tumbuh dewasa. Kecantikan Ravenna tidak selamanya bertahan, kecuali satu hal. Ia harus memakan jantung Snow White agar tetap cantik dan awet muda selamanya. Sebelum Ravenna memutuskan untuk membunuh Snow White, Ravenna sudah mengambil aura kecantikan Greta terlebih dahulu. Greta dijebloskan ke sebuah ruangan, tepat di sebelah ruangan dimana Snow White dikurung. Snow White sudah muak dengan kejahatan yang diperbuat Ravenna. Snow White yang pintar, mengambil sebuah paku tua yang mengganjal satu-satunya jendela kecil di ruangan apak tersebuk.

Setelah itu, Ravenna memerintahkan Finn untuk membawa Snow kepadanya. Kesempatan ini dimanfaatkan Snow untuk melarikan diri melalui kelemahan Finn yang sangat bergairah oleh kecantikan Snow. Snow berlari menuju Hutan Kegelapan.

Ravenna tidak memiliki kekuatan apapun di Hutan Kegelapan. Ia memerintahkan Finn untuk mencari Snow White disana. Finn menggunakan jasa The Huntsman —pria yang pernah melewati Hutan Kegelapan dalam keadaan selamat— dengan imbalan kalau Ravenna akan mengembalikan istrinya yang telah meninggal. Namun, ketika sampai di Hutan Kegelapan dan melihat ketulusan di mata Snow White, ia sadar kalau ia telah dijebak oleh Ravenna. Eric pun memutuskan untuk membawa pergi Snow White melewati Hutan Kegelapan dan kabur dari pasukan Finn.

Dalam pasukan Finn tersebut, bergabung pula William dewasa yang mendengar bahwa Snow White masih hidup dan terjebak di Hutan Kegelapan. Ia memanfaatkan Finn dan pasukannya hanya untuk bertemu dan menyelamatkan Snow White. 

Hutan Kegelapan benar-benar hutan yang menyeramkan. Hutan itu mampu menjelma menjadi apa yang kita takuti, apa yang kita khawatirkan. Jadi, jauhi pikiran negatif saat di Hutan Kegelapan. Saat Eric dan Snow White hendak meninggalkan Hutan Kegelapan, William datang menemani mereka.


William mengatakan bahwa rakyat akan dengan senang hati bertempur atas nama Raja jika Snow White menunjukkan dirinya dan mengatakan bahwa dia masih hidup, bahwa dia adalah Putri Raja yang lebih pantas duduk di tahta. Namun, hati Snow White masih terlalu rapuh untuk menghadapi peperangan terbesar.

Suatu ketika, Snow White berjalan-jalan sendirian, ia menemukan Willian dan mereka berciuman. Tapi ternyata, pria itu bukanlah William yang asli, melainkan Ravenna yang telah mengolesi racun di bibirnya. Snow White tertidur.

Eric dan William membawa Snow White ke kediaman Duke Hammond. Snow White masih tertidur dengan gaunnya. William mencium Snow White, namun tidak ada reaksi apa pun. Di tengah hatinya yang bergejolak, William ingin sekali membunuh Ravenna. William pun bersusah payah membangkitkan semangat rakyat untuk membunuh Ravenna, namun Duke Hammond melarang William dengan alasan bahwa rakyat masih tidak percaya bahwa Snow White masih hidup.

Di sisi lain, Eric teringat pada istrinya yang tidak mungkin kembali hidup. Ketangguhan Snow White persis dengan ketangguhan istrinya. Dalam mabuknya, Eric mencium Snow White lalu meninggalkannya begitu saja. Tidak beberapa lama, Snow White terbangun dari mantra tidurnya. Perlahan-lahan pikirannya mulai sadar kalau Ravenna harus mati. Ravenna telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai Ratu.

Sadarnya Snow White membuat William, Eric, Duke dan seluruh rakyat kebingungan. Dengan semangat membara, Snow White berhasil meyakinkan rakyat agar bersiap-siap untuk menghadapi peperangan terbesar. Snow White sendiri meneguhkan hatinya, memperkuat tubuhnya di balik baju zirah yang ia kenakan.

Finally, Ravenna berhasil dikalahkan dengan pisau kecil Snow White —pisau pemberian Eric saat di Hutan Kegelapan agar Snow White berjaga-jaga terhadap serangan—. Wajah ravenna yang cantik berubah menjadi sesosok wanita tua yang penuh dengan keriput. Tubuhnya mengurus, kecil dan renta. Ia pun mati.

Well, Snow White kini menduduki tahta yang memang seharusnya ia duduki. Kisah ini diakhiri dengan sorak-sorai rakyat yang bahagia menyambut kehidupan yang lebih layak, kehidupan yang mereka rindu saat King Magnus dan Queen Eleanor masih bertahta.

Tapi, tidak diceritakan kepada siapa hati Snow White berlabuh. Eric atau William? Menurut saya, dari pandangan Snow White, ia memilih Eric. Hhehe...