Friday, 8 November 2013

Warm Bodies


Guys, kebayang nggak sih kalau kita berada di antara gerombolan mayat hidup yang hobi banget makan otak manusia? Well, karena otak manusia adalah bagian yang paling enak menurut mereka. Iuwhhh....!
Disini akan gue ulas alias review tentang film yang diadaptasi dari novel karya Isaac Marion, yakni "Warm Bodies".

Kalau "Twilight" bercerita tentang romantisme manusia (Bella) dan vampire (Edward), film karya Jonathan Levine ini bercerita tentang kisah cinta antara zombie dan manusia. Film bergenre horror-romantic-comedy ini rilis perdana pada 1 Februari 2013.

Film ini bercerita tentang dunia yang dilanda wabah virus zombie dan banyak kota yang berubah menjadi kota mati karenanya. Salah satu zombie tersebut bernama R (Nicholas Hoult), yang mempunyai keunikan tersendiri. Ia sadar bahwa ia hanyalah seorang zombie kesepian yang menghabiskan hari-harinya dengan berkeliling di bandara. R mempunyai sahabat bernama M. R dan M berkomunikasi dengan dengusan dan erangan dan sesekali nyaris saja mendekati sebuah kata. Hanya dua kata yang mampu mereka ucapkan , yakni : Hungry dan Town

Suatu ketika, saat R dan gerombolan zombie lainnya sedang berburu manusia untuk dimakan, ia bertemu dengan Julie (Teressa Palmer) dan teman-temannya --salah satunya adalah pacar Julie-- yang ditugaskan oleh Ayah Julie untuk mengambil pasokan medis di kota mati. Seakan-akan slow motion, rambut pirang julie yang agak ikal membuat Julie terlihat semakin cantik di mata R. Ia bertekad untuk membawa Julie ke kediamanannya di sebuah pesawat rongsokan. Namun, Perry --pacar Julie-- justru menembak dada R, membuat R geram dan membunuh Perry. R memakan otak Perry, sehingga R mampu melihat kenangan Perry saat pertama kali bertatap mata dengan Julie, membuat ketertarikannya pada Julie menjadi semakin kuat. 

Semenjak bertemu dengan Julie, R mulai berubah, ia menjadi seperti "lebih hidup". Setelah beberapa hari merasa terkurung di dalam pesawat terbang, Julie mulai gelisah dan mencoba kabur beberapa kali untuk kembali ke rumah. Namun, perlakuannya itu menarik kerumunan zombie karena bau darah segarnya. Untungnya, R selalu datang tepat waktu dan mengolesi darah zombinya pada Julie agar darah segarnya tidak tercium lagi oleh zombie-zombie yang lain. Julie merasa aneh dengan perilaku R yang berbeda dengan zombie-zombie lainnya. R sangat baik pada Julie, R juga menyukai aluan musik. Ya, walaupun wajahnya tetap saja mengerikan tanpa ekspresi.

Pada akhirnya, Julie dan R kabur bersama dari "manusia kurus" --bentuknya hanya tulang belulang saja--. Mereka berdua bergandengan tangan dan bersiap menghadapi halangan dan rintangan bersama. M bingung dengan sikap R yang demikian, begitupula zombie-zombie lainnya, seperti ada sesuatu yang bergejolak di diri mereka untuk membiarkan Julie dan R pergi.

Dalam perjalanan, R mengungkapkan kepada Julie, bahwa dirinyalah yang membunuh Perry. Julie kaget sata mengetahuinya. R pun merasa bersalah dan untuk pertama kalinya semenjak menjadi zombie, R kembali bermimpi.

Pagi pun datang, Julie tidak ada di kasurnya. Ia telah kabur meninggalkan R. Lalu, R? Ia kembali ke bandara. Dia lalu melihat M dan zombie lainnya juga menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan memberi tahu R bahwa Boneys-Zombie mencari R dan Julie. R mulai mengetahui bagaimana cara untuk menyembuhkan zombie-zombie untuk menjadi manusia seperti semula. Ia ingat rute rahasia untuk melewati dinding pembatas dari otak Perry yang ia makan. R menyelinap dan melewati jalanan sepi hingga sampai di rumah Julie.

Julie merasa aneh karena dirinya merindukan R. Saat ia berjalan menuju balkon rumahnya, Julie mendapati R di taman. Beruntung, Ayah Julie sedang bertugas, kalau tidak, Ayah Julie pasti sudah menembak kepala R. R memberi tahu Julie bagaimana cara menyembuhkan zombie, yakni berinteraksi dengan manusia normal dan adanya cinta.

Nora (sahabat Julie) awalnya terkejut, namun ia mulai mempercayai R karena R zombie yang absurd. Baru kali ini Nora melihat zombie dapat berbicara, lebih tepatnya bergumam dengan beberapa kata yang dapat ditebak. Nora dan Julie merias R agar tidak terlalu menakutkan, dengan paduan bedak dan blush on. Tetap saja Ayah Nora tidak percaya dan melanjutkan siaganya untuk menyerang gerombolan zombie. Julie dan R kabur menuju stadion bisbol --tempat dimana sisa kelompok R menunggu-- namun mereka justru diserang oleh sekelompok Boneys. Sementara M dan sekelompok zombie yang lain juga berperang melawan Boneys. Pasukan Kolonel Grigio mendapat pertolongan baik dari sekelompok zombie hingga akhirnya mereka bersama-sama melawan Boneys. 

Mengambil satu-satunya jalan keluar. R dan Julie melompat bersama-sama ke sebuah kolam yang jauh di bawah, R mencoba melindungi Julie dari benturan. Setelah Julie menarik R dari kolam, mereka berciuman menyebabkan R untuk sepenuhnya kembali hidup. Tiba-tiba Kolonel Grigio menemukan mereka lalu menembak R di dada tanpa peringatan. R berdarah! Mereka pun yakin bahwa R benar-benar kembali hidup. R merasa bahagia karena berdarah layaknya manusia normal, darah merah.

Akhirnya zombie diizinkan melebur kembali dengan manusia. Bermain baseball, berjalan bersama di bawah payung saat hujan dan lain-lain. Film berakhir saat R dan Julie duduk di sebuah jembatan mengingat romansa R for Romeo and Julie for (Juliet), teman Julie yang bernama Nora, pacar Julie yang bernama Perry (Paris) dan sahabat R yang benama M (Mercutio). Trivia yang menarik bukan?

Tembok pembatas pun dirubuhkan. Tanda berakhirnya kiamat akibat wabah zombie. Terus? Ya, mereka hidup bahagia!!!!

1 comments: