Galau? Bingung mau cerita sama siapa? di film "Letters to Juliet" banyak wanita-wanita galau yang menuliskan isi hatinya pada secarik kertas untuk Juliet. Nantinya setumpuk surat-surat itu akan dibalas oleh empat orang wanita yang menyebut dirinya sebagai Sekretaris Juliet. Gimana kelanjutannya, nih? Yuk, simak review Letters to Juliet (my version) yang berhasil membuat saya tersedu-sedu, hikssss.....
Letters to Juliet adalah film drama komedi romantis yang terinspirasi dari buku "Letters to Juliet" (2006) oleh Lise Friedman dan Ceil Friedman. Film ini bercerita tentang Sophie (Amanda Seyfried), seorang wanita muda Amerika yang bekerja untuk The New Yorker sebagai Pencari Fakta. Sophie dan tunangannya yang juga seorang koki, Victor (Gael Garcia Bernal) mengadakan untuk 'pra-bulan madu) ke Verona. Namun pra-bulan madu mereka tidak berjalan romantis seperti yang dipikirkan. Victor justru memanfaatkan waktunya untuk melakukan penelitian lebih terhadap restorannya yang akan segera dibuka dan mengabaikan Sophie. Sophie tidak begitu tertarik dengan keju, truffle dan menolak ajakan Victor untuk mengunjungi toko anggur. Sophie memilih untuk mengisi waktunya dengan kegiatan yang ia inginkan dan membiarkan Victor mengisi waktunya dengan kegiatan yang ia inginkan pula. Win Win.
Sophie mengunjungi rumah yang diduga di huni oleh Juliet (Shakespeare). Wanita-wanita memadati dinding di bawah balkon rumah itu dengan surat-surat tentang perasaan mereka yang di mabuk cinta --sudah dilakukan bertahun-tahun silam-- untuk meminta nasihat. Surat-surat itu diberi nama 'Letters to Juliet'. Sophie, seorang pencari fakta juga sangat sangat tertarik dengan 'menulis', tentunya ia ingin menjadi penulis. Sophie masih duduk di bangku di bawah balkon rumah Juliet, sampai seorang wanita yang membawa keranjang mulai mencabut surat-surat yang ditempel disana.
Penasaran, Sophie pun mengikuti kemana perempuan itu pergi. Rupanya terdapat tiga perempuan mature yang sudah menunggu disana. Mereka berempat menamai jabatan mereka sebagai Sekretaris Juliet dan bertugas untuk membalas seluruh surat-surat yang disampaikan untuk Juliet.
Pada suatu hari, Sophie menemukan sebuah surat yang disembunyikan di dalam sebuah lubang kecil tertutup batu, ditulis oleh Claire Smith (Vanessa redgrave). Surat itu sudah usang dan tampak kecoklatan. Sophie tertarik untuk membalas surat cinta Claire. Balasan surat itu sampai kepada Claire dan Claire pun tiba di Verona bersama cucu tampannya yang seorang pengacara pembela Hak Asasi Manusia, Charlie (Christopher Egan).
Surat balasan dari Sophie menggugah hati Claire untuk kembali mencari Lorenzo --pria yang membuat Claire jatuh cinta dan masih jatuh cinta kepadanya selama ini--. Sophie tertarik dan menawarkan diri untuk bergabung dalam pencarian bersama mereka. Sophie yakin bahwa kisah ini akan menjadi kisah cinta yang luar biasa.
Kendala mulai ditemui karena terdapat banyak nama Lorenzo Bartolini. Tapi, Claire yakin betul bahwa Lorenzo tidak akan meninggalkan tanah kelahirannya. Sophie yang terbiasa menjadi pencari fakta bertindak cerdas dengan membatasi lokasi pencarian di peta menggunakan kalung Claire yang merupakan pemberian Lorenzo. Kesana-kemari tak kunjung pula ditemui Lorenzo Bartolini yang dimaksud, hingga akhirnya mereka menemukan salah satu dari Lorenzo Bartolini telah meninggal. Charlie marah dan menyalahkan Sophie. Charlie meuduh Sophie bahwa Sophie tidak mengetahui apa pun tentang 'kehilangan', padahal Sophie sudah kehilangan Ibunya saat ia berusia sepuluh tahun. Sophie berlari dan menangis, sedih.
Claire dan Sophie saling menyenangi satu sama lain, namun Charlie sangat sarkatis terhadap Sophie. Claire meminta Charlie untuk meminta maaf kepada Sophie. Sophie menerima permintaan maaf Charlie. Sebagia tanda permintaan maafnya kepada Sophie, Charlie mengajak Sophie untuk mengelilingi Verona. Mereka melewati hari dengan bahagia. Ternyata Charlie tidak terlalu buruk, ia cukup menyenangkan. Sophie mengizinkan Charlie untuk membaca karya tulisnya tentang pencarian cinta Claire, Charlie sangat menyukai tulisan itu. Sophie merasa sangat dihargai dan mulai menatap Claire dengan tatapan yang berbeda.
Saat malam tiba, Sophie menemui Charlie yang sedang berbaring di rerumputan menatap bintang, Sophie meminta izin untuk bergabung. Sekali lagi Charlie meminta maaf atas perlakuannya yang kurang baik terhadap Sophie. Benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua. Lantas mereka berciuman. Claire melihat cinta mereka yang mengingatkan kisah cintanya dulu.
Pagi berikutnya adalah hari terakhir pencarian Lorenzo. Claire menunjuk sebuah kebun anggur yang merupakan tempatnya dulu berkunjung bersama Lorenzo. Claire berniat untuk mengajak Sophie minum bersama sebagai tanda perpisahan. Saat Charlie menuruni jalan, Claire melihat seorang pemuda yang tampak persis seperti Lorenzo. Claire meminta Charlie untuk menghentikan mobilnya. Claire sangat mengenal mata itu, seperti mata Lorenzo. Ternyata, nama pemuda itu adalah Lorenzo Bartolini. Kakak dari pemuda itu pun bernama Lorenzo Bartolini. Mereka yakin bahwa kedua pemuda itu adalah cucu Lorenzo Bartolini. Tak lama kemudian, Lorenzo datang bersama kuda putihnya dan secara cepat mengetahui keberadaan Claire. Mereka pun kembali bersama setelah lima puluh tahun lamanya berpisah. Oh..so sweet!
Kembali ke New York, Sophie memutuskan hubungannya dengan Victor karena menganggap hubungan mereka sudah berbeda. Hubungan mereka bukan lagi hubungan layaknya dua insan manusia yang jatuh cinta. Victor sadar bahwa ia terlalu mengabaikan Sophie dan berjanji untuk berubah, namun semuanya sudah terlambat.
Sophie menerima undangan pernikahan Claire dan Lorenzo di Verona. Ia teringat pada secarik kertas yang ia temukan di Verona, surat cinta Claire yang telah mempertemukannya dengan Charlie (Backsound: Love Story-Taylor Swift). Sophie menemukan Charlie bersama Patricia yang menciumnya. Sophie mulai putus asa.
Di tengah-tengah pesta pernikahannya, Claire membacakan balasan surat dari Sophie yang sangat menyentuh hatinya. Sophie merasa bodoh karena tidak mampu melakukan apa yang ia tuliskan pada orang lain. Sophie berlari meninggalkan acara pernikahan, Charlie mengejar dan mencarinya. Didapatinya Sophie di balkon, Sophie menyatakan bahwa ia benar-benar mencintai Charlie, namun Charlie sudah bersama Patricia.
Charlie tertawa, ia lupa menjelaskan bahwa ada dua Patricia, Patricia yang pertama adalah mantan pacarnya yang telah ia lupakan dan Patricia yang Sophie lihat adalah sepupunya.
Charlie memanjat akar-akaran yang tumbuh menuju balkon, namun terjatuh. Sophie pun turun dan mereka berciuman di tanah. Puluhan sorot mata menyaksikan kejadian romantis itu.
0 comments:
Post a Comment