Sunday, 13 July 2014

I Am Number Four

 

Nomor satu, nomor dua, dan nomor tiga telah mati. Kini giliran nomor empat. John Smith (Alex Pettyfer) adalah yang nomor empat. Ia harus bersembunyi dari mereka yang sudah mengincar nyawanya. Namun saat John menemukan cinta, ia merasa tak takut lagi. Ia harus melawan. John Smith tak mau lagi hidup dalam pelarian. Kalaupun harus mati, John sudah siap.
 
 Alex Pettyfer sebagai John Smith
Timothy Olyphant sebagai sebagai Henri
Teresa Palmer sebagai Number Six
Dianna Agron sebagai Sarah Hart
Callan McAuliffe sebagai Sam Goode
Kevin Durand sebagai Mogadorian Commander
Jake Abel sebagai Mark James
Jeff Hochendoner sebagai Sheriff James
Greg Townley sebagai Number Six
Reuben Langdon sebagai Cepan Number Six
Judith Hoag sebagai Ibunda Sarah
Brian Howe sebagai Frank
Charles Carrol sebagai Ayah Tiri Sam
Ken Beck sebagai Jackson
Tucker Albirizzi sebagai Tuck
Emily Wickersham sebagai Nicole
Patrick Sopher sebagai Kevin
Andy Owen sebagai Bret

Planet Lorien diserang dan penduduknya di musnahkan oleh Mogadorian (penduduk Planet Mogadore). Kecuali sembilan Garde dan sembilan Cepan yang berhasil melarikan diri ke bumi. Garde adalah sebutan penduduk Loric yang memiliki kekuatan spesial (pusaka) untuk melindungi planet Lorien, sedangkan Cepan adalah sebutan untuk Loric yang tidak memiliki kekuatan dan bertugas sebagai pembimbing Garde,  menjadi guru, birokrat, dan menjalankan planet Lorien. 

Kesembilan Garde bersama Cepan di tempatkan dalam lokasi yang saling berjauhan di bumi. John memiliki Henry yang bertugas sebagai pelindung dan pengasuhnya apabila Mogadorian mengejarnya, seperti yang mereka lakukan terhadap Garde yang lain. Kesembilan Garde memiliki nomor pengenal sebagai identitas mereka. Garde pertama berhasil dibunuh dan ditemukan di Malaysia. Garde kedua ditemukan dan dibunuh di Inggris. Ketika Garde ketiga berhasil dibunuh di Kenya, John, sebagai alien ke empat, bersama Henry pindah ke suatu tempat agar Mogadorian tidak menemukan mereka. Hingga akhirnya mereka menetap di Paradise, Ohio.

Di kota kecil itu John berusaha hidup senormal mungkin. Berteman dengan Sam Goode yang terosebsi dengan Alien. Berpacaran dengan Sarah Hart mantan cheerleader yang populer dan sangat cantik. Bermusuhan dengan Mark James bintang football sekolah yang tidak senang John mendekati mantan pacarnya. Memelihara anjing yang dinamainya Bernie Kosar. Dan sebisa mungkin berusaha tidak terlalu menonjol atau bersikap ceroboh.

Selalu berpindah tempat  sebenarnya bukan masalah bagi John. Hal tersebut sudah ia lakukan sejak ia masih kecil ketika mereka menyadari kalau Mogadorian sudah mencium keberadaan mereka. Namun, sejak bertemu Sarah, ia merasa kalau Sarah adalah wanita yang tepat untuknya sehingga ia tidak ingin pindak ke mana pun lagi. Alien pacaran dengan manusia? Bisakah?

Mark adalah mantan pacar Sarah. Beberapa hari kemudian setelah John sekolah, ia menjadi dekat dengan Sarah, ia sadar bahwa Sarah tidak memiliki teman, padahal ia cukup populer. Di kelas Mark mencoba memberi peringatan pada John untuk tidak mendekati Sarah, karena Mark masih memiliki perasaan padanya. Saat itu John merasa panas, dan ia berkeringat luar biasa. Ia pun menyadari bahwa tangannya mengeluarkan cahaya. Lekas John segera berlari ke luar kelas dan bersembunyi di gudang. Bagaimana pun ia mencoba, cahaya itu tak kunjung meredup. Beruntung, Henri datang dan membawanya pulang ke rumah. Henri berharap John dapat mengendalikan perasaannya, hingga akhirnya cahaya pun meredup seperti semula. John bertanya pada Henri, apa yang baru saja terjadi?. Henri pun mengatakan bahwa itulah kekuatan para Numbers. Masing-masing Numbers memiliki kekuatan yang berbeda. Asalkan para Numbers bersama, maka mereka akan semakin kuat. 

Malam itu, John keluar, ke kota, untuk berjalan-jalan untuk mengunjungi Sarah. Sarah menceritakan tentang foto-foto yang ia unggah di website-nya. Ketika mereka sedang berjalan bersama, mereka melihat Sam di seberang jalan yang berteriak saat ia berjalan menuju mobil. Setelah makan malam, Sarah mengajak John ke kamarnya. Dia menunjukkan John sedikit kecil koleksinya, foto favoritnya, yang ia diambil. Tiba-tiba Bernie Kosar muncul di luar rumah Sarah, menggonggong keras. Itu pertanda kalau John harus bangun dan pergi. Sarah tak lupa memberi John salah satu kamera miliknya agar John memiliki sebagian cinta Sarah kepada foto.

The Mogadorians akhirnya menemukan John dan memanipulasi dua teori konspirasi dalam menangkap Henri. Ketika John dan Sam pergi untuk menyelamatkan Henri, mereka diserang, tetapi berhasil menangkis diri dari para Mogadorians. Tepat sebelum melarikan diri, John dan Sam mengambil pisau milik Henri dan artefak Loric (untuk membunuh Mogadorians); serta batu biru yang bertindak sebagai paruh pertama alat pelacak. Seperti John, Henri, dan Sam mulai mengusir truk Sam, Henri ditusuk di dada ketika mencoba untuk melindungi John dari Mogadorian yang melompat secara tiba-tiba di atas kap truk. John melempar Mogadorian dari truk dengan telekinesis dan mereka pergi. Henri kemudian meninggal dalam pelukan John setelah mengatakan kepada john untuk menemukan Numbers yang tersisa, sebagai kekuatan gabungan untuk menghentikan Mogadorians. Sam mengungkapkan kepada John bahwa ia memiliki batu lain, sangat mirip dengan yang ditemukan dengan teori konspirasi, bahwa ayahnya telah ditemukan saat mencari alien di Meksiko. 

Sementara Sam mencari batu itu di rumahnya, John mencoba untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Sarah di sebuah pesta. Di sana, John, Sarah dan Sam diserang oleh Mogadorians, yang membawa dua monster raksasa untuk berburu. Mereka diselamatkan oleh Number Six dan Bernie Kosar (anjing ajaib super keren!). Number Six mengungkapkan bahwa Bernie Kosar adalah Chimera dan dapat berubah bentuk menjadi apa saja. Bernie dikirim oleh orang tua biologis John untuk melindunginya. John dan Number Six melawan Mogadorians menggunakan kekuatan mereka; Number Six menggunakan kekuatan tembus pandangnya dan John memblok serangan energi dengan telekinesis. Sementara itu, Bernie Kosar, berubah menjadi bentuk chimera sejati, serta berkelahi dengan salah satu monster yang di bawaMogadorians di kamar mandi sekolah. Bernie berhasil menang, namun dia tampaknya terluka parah. Ia berbaring, berlumuran darah dan terengah-engah, di dalam air (sediiihh banget part ini). Akhirnya, setelah berakhir di stadion sepak bola sekolah, John dan Number Six berhasil mengalahkan semua Mogadorians, termasuk Komandan Mogadorians yang meninggal dalam sebuah ledakan besar. John mampu menahan ledakan ini ketika Number Six berdiri antara dia dalam ledakan itu. Number six mampu menciptakan api, sementara John mampu menahan api.

Hari berikutnya, Number Six menyatukan John dengan batu biru Sam dan berhasil menemukan lokasi dari Grade lainnya yang masih hidup.  Sebelum pergi, John berjanji untuk kembali ke Paradise satu hari. Tepat sebelum masuk ke truk milik sam, Bernie Kosar, dengan kaki terluka tampak, pincang sampai. Yeay! Bernie nggak mati! Bernie tampaknya baik-baik saja, kecuali kakinya.

Sam Goode dan Henri disini malah jadi karakter favorit saya. Selain Sam lucu dengan kekikukannya, dia teman yang setia dan bertekat kuat. Sedangkan Henri disini model ayah yang sangat keren, menurut saya. Melindungi John, melatih John, dan bijaksana dengan caranya sendiri. Henri juga romantis lho. Ia percaya bahwa hanya ada satu cinta untuk satu wanita disetiap hati para lelaki Loric.

The Host

Director: Andrew Niccol 
Writers: Stephenie Meyer (novel), Andrew Niccol (screenplay)
Stars: Saoirse Ronan, Max Irons, Jake Abel 

 Saiorse Ronan sebagai Melanie Stryder/Wanderer
Max Iron sebagai Jared Howe
Jake Abal sebagai Ian O'Shea
Frances Fisher sebagai Maggie Stryder
Chandler Canterbury sebagai Jamie Stryder
Diane Kruger sebagai The Seeker/Lacey
William Hurt sebagai Jeb
Boyd Holbrook sebagai  Kyle O'Shea
Scot Lawrence sebagai Doc
Sahwn Carter Peterson sebagai Wes
Lee Harde sebagai Aaron
Phil Austin sebagai Charles
Raeden Greer sebagai Lily
J.D. Evermore sebagai Trevor Stryder
Emily Browning sebagai Wanderer II
Mustafa Harris sebagai Brandt
Bokeem Woodbine sebagai Nate
Alex Russell sebagai Seeker Burn

Ketika musuh yang tak terlihat mengancam umat manusia dengan mengambil alih tubuh mereka dan menghapus ingatan mereka. Melanie akan mempertaruhkan segalanya untuk melindungi orang-orang yang sangat dipedulikannya, film ini membuktikan bahwa cinta dapat menaklukkan semua dalam dunia baru yang paling berbahaya.

Stephenie Meyer memulai masa kejayaannya ketika seri novel The Twilight Saga (2005 – 2008) yang ia tulis diadaptasi ke layar lebar oleh Hollywood. Meskipun kebanyakan bagian film seri tersebut mendapatkan kritikan tajam dari kritikus film Hollywood – khususnya akibat dialog maupun deretan adegan romansa cheesy yang terus mewarnai film seri tersebut, lima seri film The Twilight Saga (2008 – 2012) berhasil meraih kesuksesan komersial luar biasa dengan total pendapatan sebesar lebih dari US$3 milyar serta menjadi sebuah pop culture phenomenon bagi banyak kalangan muda. Tentu saja… ketika Meyer kemudian merilis The Host (2008)  – yang pada dasarnya masih merupakan sebuah novel bertema kisah cinta segitiga namun hadir dengan balutan penceritaan bernuansa science fiction yang lebih dewasa, Hollywood jelas tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengulang kembali kesuksesan luar biasa tersebut begitu saja. Namun… can the lightning really strikes the same place twice?

Seperti halnya film-film fantasi kebanyakan, The Host juga dibuka dengan narasi yang memperkenalkan para penonton dengan set dunia dalam film ini, di mana rombongan alien bernama Soul berhasil menguasai dunia. Soul ini sendiri bukan alien jahat yang memporak-porandakan bumi. Mereka berwujud parasit dan menginangi tubuh manusia untuk bertahan hidup guna mewujudkan tujuan mereka yang mulia.

Bertahun-tahun semenjak kejadian itu, muncul sesosok manusia perempuan bernama Melanie Stryder. Melanie Stryder adalah salah satu manusia yang masih memiliki jiwa pemberontak yang tersisa setelah invasi dari Soul. Setelah penyisipan ke dalam tubuh manusia, jiwa-jiwa asing ini akan menghapus keberadaan penghuni manusia dan menetapkan klaim atas tubuh dan pikiran mereka. Melani saat itu tengah bergabung dengan pacarnya, Jared (Max Irons) dan sekumpulan tim pemberontak untuk mengusir para Soul sekaligus bertahan hidup. Sayang, ketika menjalankan misinya, Melanie justru ditangkap oleh Seeker (Diane Kruger; para Soul yang bertugas mencari manusia) dan menanamkan Soul bernama Wanderer di dalam tubuhnya untuk membaca pikiran Melanie dan membawa para Seeker menuju ke tempat persembunyian para pemberontak. 

Wanderer memang kemudian menjalankan tugasnya – dengan mengakses jalan pemikiran Melanie, ia mengetahui bahwa Melanie masih memiliki seorang adik, Jamie, kekasih, Jared Howe, serta paman, Jeb Stryder, yang kesemuanya masih berwujud manusia. Namun, berkat perlawanan jiwa Melanie yang tetap terperangkap di tubuh tersebut, Wanderer mulai merasakan berbagai hal yang selama ini  belum pernah ia rasakan: sisi emosional manusia. Penasaran dengan seluruh gejolak perasaan yang ia rasakan, Wanderer kemudian setuju untuk mengeluarkan Melanie dari tahanan Seeker dan membawanya ke orang-orang yang ia kenali. Namun, Seeker ternyata mengetahui rencana Wanderer dan Melanie. Bersama dengan seluruh pasukan makhluk asing luar angkasa lainnya, Seeker mulai mencari keberadaan Wanderer dan Melanie dan berniat untuk menyingkirkan mereka.

Seeker (Pencari), makhluk yang bertanggung jawab atas tubuh Melanie, mulai khawatir atas ketidakmampuan Wanderer dalam mengendalikan pikiran Melanie. Wanderer dibombardir oleh kenangan Melanie dan rasa rindunya yang kuat pada Jared Howe (kekasihnya), dan Jamie Stryder (adiknya), dan ia dengan segera juga merasakan perasaan cinta yang kuat kepada sahabat Melanie. Melanie dengan putus asa berupaya mencari tahu apakah mereka semua masih hidup. Dalam perjalanan ke Tucson, Melanie ingat bahwa Pamannya, Jeb, pernah bercerita tentang tempat persembunyian rahasia yang ia buat, dan Jared mengetahui tempat ini. Wanderer memutuskan untuk menemukan tempat persembunyian itu, dengan sketsa samar jalan menuju ke sana, yang muncul dari kenangan Melanie. Wanderer akhirnya ditemukan oleh Jeb dalam keadaan sekarat. Ia dibawa ke tempat persembunyian, sebuah kompleks gua tempat sekelompok manusia pemberontak yang masih hidup tinggal, namun ia diperlakukan dengan sinis karena mereka menganggap bahwa Wanderer adalah parasit dalam tubuh Melanie. Banyak manusia yang percaya bahwa dia harus dihukum mati karena perbuatannya, terutama oleh Kyle O'Shea, meskipun ada juga beberapa manusia yang ingin melindunginya, termasuk Ian O'Shea (yang mencekiknya ketika ia pertama kali tiba), Jeb, dan Jared (yang mengalami dilema dan emosi yang saling bertentangan atas jiwa kekasihnya yang dikuasai alien).

Seiring waktu, Wanderer, yang sekarang dipanggil "Wanda", menjadi bagian dari rutinitas kelompok. Ia ikut bekerja, makan, dan menjadi guru sejarah tidak resmi dengan menceritakan kisah-kisah setelah makan malam tentang pengalaman di mantan tubuh inangnya di planet lain yang ditempati oleh Soul.  

Lama-kelamaan, Ian, Jamie, dan manusia lainnya mulai berteman dengan Wanda. Seeker, yang masih belum yakin bahwa Wanderer tewas di padang gurun, mencarinya dengan helikopter, namun ia tidak dapat menemukan gua persembunyian mereka. Saudara Ian, Kyle, mencoba untuk membunuh Wanda dengan melemparkannya ke sungai bawah tanah yang mendidih, namun upaya ini tidak berhasil karena lantai gua runtuh dan ia tak sadarkan diri. Namun, Wanda menyelamatkan hidup Kyle karena kemiripannya dengan Ian. Sebuah pengadilan diadakan dan diputuskan bahwa Kyle tetap diizinkan untuk tinggal, meskipun banyak teman-teman Wanda yang marah atas keputusan ini, terutama Ian, yang percaya bahwa Kyle pantas untuk mati setelah berniat untuk membunuh Wanda. Jared juga membelanya, yang mengejutkan Wanda. Ian juga diketahui telah jatuh cinta pada Wanda, dan menciumnya. Wanda memintanya untuk berhenti karena Melanie marah, dan Wanda juga bingung tentang perasaannya sendiri karena ia telah terpengaruh oleh cinta Mel terhadap Jared. Setelah menghabiskan lebih banyak waktu dengan Ian, Wanda menyadari bahwa ia juga mencintainya, namun Mel tidak menyetujuinya.

Jamie terluka dan Wanda menyadari bahwa ia bisa menyembuhkannya dengan mencuri obat-obat ajaib penyembuh. Setelah melukai dirinya sendiri agar bisa dirawat oleh Penyembuh, ia mencuri obat-obatan yang diperlukan untuk membantu Jamie. Para manusia mulai mengijinkan Wanda untuk membantu mereka dalam aksi pencurian. Dalam salah satu aksi, mereka kepergok oleh Seeker dan Wes tertembak, Wanda lalu memutuskan untuk mengungkapkan rahasia terbesarnya: bagaimana menghapus Soul tanpa membunuh manusia atau jiwa, prosedur yang dipercayakan untuk dilakukan oleh Doc. Wanda berjanji untuk mengajari Doc dengan dua syarat: pertama, mereka harus mengirimkan Soul ke planet baru tanpa menyakiti mereka, dan kedua, Doc harus menghapus ruh Wanda dari tubuh Melanie dan menguburkan Wanda, karena "ia tidak ingin menjadi parasit lagi". Wanda berhasil menghapus jiwa Seeker dan mengirimkannya ke planet lain, dan tubuh Seeker dihidupkan kembali. Wanda kemudian mengajarkan Doc bagaimana cara mengambil jiwanya sendiri untuk dimasukkan ke dalam sebuah tabung aluminium tempat menyimpan ruh.

Ian sangat marah atas ide Wanda yang berniat untuk mengakhiri hidupnya agar Jared bisa memiliki Melanie kembali. Ia membawa Wanda ke gua tempat mereka saling mengungkapkan cinta mereka satu sama lain dan berciuman. Namun, Wanda menyelinap menjauhinya setelah Ian tertidur, masih bertekad untuk mengorbankan hidupnya demi Melanie. Wanda berhasil meyakini Doc untuk menyingkirkannyanya dari tubuh Melanie, percaya bahwa ia akan mati setelahnya, sesuai kesepakatan mereka. Namun, ia terbangun dalam tubuh manusia baru yang, dan ia mengetahui bahwa Jared dan Ian memaksa Doc untuk melanggar kesepakatan mereka, Wanda juga tahu bahwa sebagian besar manusia menginginkannya untuk tetap tinggal sebagai salah satu dari mereka. Ian dan Wanda lalu menjadi mitra dan tak terpisahkan. 

Cerita diakhiri dengan para pemberontak yang menemukan kelompok manusia lain yang juga memiliki jiwa dalam kelompok mereka. Penemuan ini menunjukkan bahwa manusia dan Soul mungkin masih memiliki harapan untuk masa depan.

Kekuatan utama dari film ini terletak pada sisi human drama-nya yang kental akan sindiran sosial, pelajaran tentang moral, dan juga pada penekanan bagaimana rasa duka dan harapan itu begitu mempengaruhi kehidupan manusia yang disematkan di hampir keseluruhan durasinya. Dan berkat performa akting dari Saoirse Ronan yang begitu luar biasa, surprisingly, konsep tersebut berhasil membuka pikiran penonton, menyentuh hati--terutama bagi mereka yang pernah kehilangan orang yang dicintai--dan sekaligus memberi keunikan tersendiri terhadap genre alien invasion itu sendiri.  

Pada kebanyakan bagian presentasinya, The Host seringkali akan mengingatkan penontonnya pada kualitas film arahan Andrew Niccol sebelumnya, In Time: sama-sama memiliki konsep science fiction futuristik dengan sentuhan sosial yang sangat menarik namun kemudian gagal mendapatkan penggalian yang lebih mendalam dari sisi cerita maupun karakterisasinya. Kegagalan tersebut kemungkinan besar terjadi karena fokus yang terlalu besar pada kisah romansa segitiga yang terjadi kepada para karakter utama film ini sehingga seringkali terasa menyingkirkan plot cerita lain – yang sebenarnya lebih menarik – untuk dapat berkembang dalam jalan penceritaan The Host. Meskipun begitu, lewat kualitas tata produksi yang apik serta bantuan penampilan jajaran pengisi departemen akting yang kuat, Niccol setidaknya masih mampu menggarap The Host menjadi sebuah drama romansa bernuansakan science fiction yang menarik untuk diikuti.

Overall the Host adalah film alien invasion unik dengan unsur human drama menyentuh peenuh berbagai pertanyaan. Para pemerannya lumayan buat cuci mata :3  

Saturday, 12 July 2014

Pee Mak Phra Khanong


Mario Maurer sebagai Mak
Davika Hoorne sebagai Nak
Kantapat Permpoonpatcharasuk sebagai Aey
Nuttapong Chartpong sebagai Ter
Wiwat Kongrasri sebagai Shin
Pongsathorn Jongwilak sebagai Puak

Kisah ini terjadi di pertengahan abad ke-19 di Siam, selama era raja Mongkrut dan pada puncak Dinasti Rattanakosin.
Bicara mengenai perfiilman horor di Thailand, nama Banjong Pisanthanakun memang sudah begitu melekat. Sutradara yang satu ini memang telah banyak membuat film-film horor yang hebatnya masing-masing film tersebut layak disebut sebagai film horor terbaik yang pernah dihasilkan Thailand mulai dari Shutter, Alone, hingga saat ia membuat masing-masing satu segmen dalam dua film Phobia. Bahkan Banjong juga terlibat dalam proyek The ABC's of Death tahun lalu. Sekarang disaat industri perfilman Thailand mulai beralih tren menjadi komedi romantis, Banjong tetap bisa menelurkan film yang berkualitas dan digemari lewat  sebuah komedi romantis berjudul Hello Stranger. Empat tahun sejak Phobia 2 dan enam tahun semenjak Alone yang menjadi film horor panjang terakhirnya, Banjong kembali ke ranah tersebut lewat Pee Mak yang merupakan adaptasi dari Nang Nak yang merupakan cerita rakyat Thailand. Tapi dengan berani Banjong menambahkan unsur komedi yang begitu kental dalam film ini termasuk memunculkan kembali Aey, Ter, Shin dan Puak yang sebelumnya sukses mengocok perut di dua film Phobia.

Saat itu Mak (Mario Maurer) bersama kuartet bodoh Aey, Ter, Shin dan Puak sedang berada di medan perang. Mak meninggalkan istrinya Nak (Davika Hoorne) yang tengah hamil tua di Phra Kanong yang tidak jauh dari central Bangkok. Mak mengalami luka di dada selama pertempuran, sehingga dikirim ke camp.medis. Nah, di sanalah ia bertemu dengan Ter, Aey, Shin, dan Puak, yang akhirnya menjadi sahabat baik.

Setelah adegan pembukanya yang cukup meyakinkan bahwa Pee Mak merupakan film horor yang menyeramkan, saya langsung "dikejutkan" saat tone film berubah 180 derajat disaat kita dibawa melihat kondisi peperangan. Melihat potongan rambut menggelikan para karakternya, gigi-gigi mereka yang entah mengapa hitam begitu, hingga obrolan yang (maunya) memantik semangat juang namun diselipin referensi film-film macam 300, Rocky hingga The Last Samurai padahal filmnya ber-setting jauh sebelum benda bernama film eksis saya langsung sadar bahwa daripada Shutter film ini akan lebih mirip segmen Man in the Middle ataupun In the End. Bahkan pada akhirnya porsi komedi yang mayoritas dibebankan pada kuartet konyol tersebut jauh lebih besar daripada porsi horornya sekalipun. Mungkin Pee Mak sejak awal sudah berlabel horor-komedi namun pada akhirnya saya merasa film ini lebih tepat disebut parodi. Karena akhirnya pun momen seram yang ditampilkan seringkali berakhir lucu berkat keempat tokoh tersebut. Saya yang berharap mendapat sajian horor mengerikan pada awalnya sedikit kecewa tapi perlahan saya pun terpuaskan saat humor konyolnya selalu tepat sasaran dan membuat saya tertawa terbahak-bahak tidak hanya sekali dua kali namun berkali-kali.

Well, balik lagi ke plot. Setelah Puak berkoar-koar memberi semangat juang yang super absurd, mereka semua pun berperang. Namun, sayang sekali... tim musuh punya pistol, sedangkan mereka hanya berharap pada pedang mereka. Beruntung, mereka berlima selamat karena berlindung di dalam parit. Sementara itu di Phra Khanong, Nak berjuang sendirian untuk melahirkan bayinya. Tidak lama setelah itu, warga desa sering mendengar lagu pengantar tidur yang dinyanyikan Nak untuk bayinya. Hal tersebut membuat seluruh warga desa meringkuk ketakutan. Desas-desus mulai beredar bahwa Nak sudah meninggal dalam persalinan dan hantu Nak bergentayangan.

Setelah perang berakhir, Mak mengajak teman-temannya kuartet bodoh untuk menginap di Phra Khanong. Kebetulan, di seberang rumah Mak terdapat rumah bekas bibinya yang sudah meninggal. Ternyata, keempat teman-teman Mak terpesona oleh kecantikan Nak yang berkulit putih mulus. Keesokan harinya, mereka berlima pergi ke pasar lokal untuk mencari pekerjaan dan membeli persediaan makanan, tapi para pedagang yang mereka datangi justru melarikan diri karena rumor tentang Nak. Finally, mereka berlima mengunjungi warung minuman keras. Di toko tersebut, pemilik (bibi Priak) mencoba memberitahu Mak tentang rumor istrinya, tapi ditahan oleh keponakannya, Ping.

Sebelumnya, saat mereka hendak ke pasar, mereka melihat perahu yang berisi penuh mayat akibat peperangan yang terjadi waktu itu. Selain itu, Shin melihat Nak yang berdiri di balik jendela dengan tatapan lain, Shin mencoba tersenyum, tapi Nak diam saja.

Pada malam harinya, keempat kuartet bodoh yang sedang minum-minum, dikejutkan dengan pernyataan Shin yang menganggap bahwa Nak adalah hantu. Tapi, ketiga temannya tidak ada yang percaya. Shin tertidur dan memimpikan kejadian yang membuktikan bahwa Nak adalah hantu dan saat ia terbangun... Deja Vu! Mimpi itu menjadi kenyataan, namun dikemas lebih lucu. Shin diperintahkan oleh ketiga temannya untuk mengajak Mak bergabung, karena emang sial, Shin melihat Nak melahirkan bayinya sambil berdiri. Iuuuwh.

Keesokan harinya, saat Ter sedang buang air besar di halaman belakang, Ter melihat mayat yang mengenakan cincin batu ruby. Ter pun berlari dan secara tidak sengaja menjatuhkan sarang lebah. Alhasil begini deh mukanya...
Ter menceritakan kejadian itu kepada teman-temannya dan mulai mempercayai Shin kalau Nak sebenarnya hantu. Tapi, karena mukanya bengkak begitu, perkataan Ter jadi sulit dimengerti. Ter akhirnya berinisiatif mencari secarik kertas bekas, kuas, dan tinta. 
"Hantu"
Puak dan Aey pun kini mempercayai kalau Nak memang hantu. Tiba-tiba Mak datang dan melihat secarik kerta yang dipegang oleh teman-temannya. Mak berhasil merebut kertas tersebut. Tapi, hujan melunturkan kalimat yang ditulis Ter menjadi...
"Jorok"
Mungkin dalam bahasa  Thailand, hantu dan jorok agak mirip kali, ya.

Kuartet bodoh tidak ingin Mak terus-menerus berhubungan dengan hantu. Mereka akhirnya berkemas dan berniat mengajak Mak untuk ikut dengan mereka. Akhirnya Ter dan Shin datang untuk memberitahu Mak bahwa istrinya adalah hantu. Ketika Ter dan Shin sedang otw naik sampan, datanglah Ping memberitahu bahwa bibinya, Priak, telah dibunuh oleh Nak karena mencoba memberitahu kepada Mak kalau Nak adalah hantu. Buru-Buru Aey dan Puak pun menyusun Ter dan Shin. Untung saja keduanya belum mengatakan yang sebenarnya.

Ketika hendak kembali, Nak menahan mereka untuk makan malam bersama. Ternyata, makanannya super nggak layak! Daun kering dan ulat. Mau nggak mau, mereka dipaksa untuk mencicipinya. Kasihan Shin yang harus makan ulat. Hahaha. Shin juga yang mencium anak Mak, karena kata yang lain, Shin suka dengan anak-anak. Selesai makan, mereka berbisik-bisik. Mak salah sangka, Mak mengira kalau keempat temannya ingin main tebak kata. Di sini lucu banget!!
Di permainan itu, Ter memperagakan sesuatu dan Shin menebak dengan benar. Yaitu "Ada hantu pakai kaos". Karena jawabannya benar, mereka pun bersorak sebelum akhirnya sadar apa yang telah mereka perbuat :'(

Mak marah karena istrinya disebut-sebut hantu. Nak menjelaskan kalau saat Mak berperang, Ping merayunya, namun Nak menolaknya. Sehingga Ping menyebarkan gosip yang tidak-tidak kepada seluruh warga desa. Agar istrinya tidak kecewa, Nak mengajak Mak jalan-jalan ke pasar malam, membeli lolipop, bermain lempar bola ke kaleng, naik komedi putar, dan masuk rumah hantu. Di rumah hantu inilah keempat kuartet bodoh menculik Mak.
Mak marah karena telah dipisahkan dari Nak oleh teman-temannya. Mak pun pergi, tapi luka di dadanya kambuh. Ia pun berteriak minta tolong, tapi Ter mengira jangan-jangan Mak-lah yang sebenarnya hantu, karena ia juga memiliki cincin kawin ruby yang sama seperti mayat di halaman belakang. Ter pun melemparkan beras suci ke arah Mak, sehingga Mak berteriak seperti hantu yang kesakitan.

Keempat kuartet bodoh akhirnya menjemput Nak untuk kabur meninggalkan Phra Khanong. Nak khawatir dengan keberadaan Mak yang tidak ada di antara mereka. Tapi, sampan nyaris tenggelam, akhhirnya mereka melempar semua benda tak berguna dari sapan termasuk dayung. Bodoh.
Tiba-tiba Mak datang. Semuanya panik. Tapi, Mak tenggelam karena tidak bisa berenang. Hantu tidak mungkin tenggelam, jadi Mak bukan hantu.

Ter memikirkan. Jadi, siapa yang hantu?
Aey pun menjatuhkan cincin ruby yang dicurinya dari mayat di halaman belakang untuk berjudi. Teman-teman lainnya salah paham sehingga menendang Aey ke sungai. Saat hendak mendayung, mereka kebingungan karena dayung telah mereka buang. Tapi, dari belakang ada yang memberikan dayung. Loh, gimana bisa? Akhirnya Ter mengintip di antara kakinya dan mendapati kalau Nak-lah yang hantu.
Mak, Shin, Puak, dan Ter akhirnya berlindung di kuil Buddha dengan seorang biksu. Namun karena panik Nak datang, mereka menumpahkan semua air suci dan bodohnya Shin memberikan seluruh beras suci untuk pakan burung. Lingkarang keamanan cincin pun rusak. Biksu lari tunggang langgang karena ketakutan. Tiba-tiba juga Aey datang. Mau maju ada Nak, mundur ada Aey. Karena Nak terus maju, mereka pun mundur dan menabrak Aey.

Nak marah kepada mereka berempat karena terus mengusik hidupnya dan mencoba memisahkan Mak darinya. Nak juga mengklarifikasi kalau ia tidak membunuh bibi Priak, tetapi bibi Priak jatuh ke sungai karena mabuk. Saat itu, Mak juga mengungkapkan bahwa ia juga sudah tahu kalau Nak adalah hantu. Mak mengintip di antara kedua kakinya ketika usai bermain tebak gaya. Mak juga menemukan mayat Nak di halaman belakang. Tapi, cinta Mak untuk Nak terlalu besar sehingga Mak tetap ingin bersama Nak. Cinta mereka pun berlanjut.
Kuartet bodoh pun merasa terharu oleh cinta Mak dan Nak. Mereka juga akhirnya tinggal bersama. Ternyata Nak hantu yang baik.