Friday, 8 November 2013

A Walk to Remember


Gimana rasanya kalau kita lagi jatuh cinta kepada seseorang yang luar biasa, namun kenyataan pahit menyentakkan kita bahwa orang yang kita cintai mengidap leukimia
Benar-benar udah nggak tau lagi, rasanya mau nangis aja abis-abisan sambil berdoa agar datang keajaiban, hiks... hiks... hiks..

Tapi, di film "A Walk to Remember" si cowok nggak cuma nangis dan berdoa. Tetapi ia mengabulkan list keinginan pacarnya. Romantis banget...! Gimana sih awal mula ceritanya? Penasaran kan? Check it out, guys, cuuuuusss...

"A Walk to Remember" adalah kisah cinta yang begitu romantis, tulus dan penuh perjuangan. Film roman remaja (2002) ini diadaptasi dari novel karya Nicholas Sparks (1999). Novel yang ditulis Sparks mengambil latar waktu 1950-an, sedangkan di film, sekitar tahun 1999. Film ini bercerita tentang kisah cinta dua anak muda berusia 18 tahun yang dirangkum dalam kisah yang mengharukan. Aku saja sampai nangis, karena benar-benar romantis.


"Jamie memiliki iman dalam diriku, dia membuatku menjadi lebih baik."

Kutipan dari ucapan Landon Carter yang transmigrasi sifat semenjak bertemu dengan Jamie. Ini dia ulasan general plotnya :

Landon Carter (Shane Barat) beserta teman-temannya yang merupakan salah satu geng terkenal di sebuah SMA di Beaufort, Carolina Utara. Mereka kerap kali melakukan hal-hal aneh dan tidak bermoral seperti mabuk-mabukan, menjahili teman satu sekolahnya, dan hal yang tidak beretika lainnya. Ketika Clay Gephardt berniat untuk menjadi bagian dalam geng tersebut, ia harus melakukan satu hal bodoh terlebih dahulu. Lelucon bodoh yang direncanakan oleh Landon, berubah menjadi bencana. Clay terluka karena melompat ke kolam dari ketinggian di sebuah pabrik --menyelinap--. Polisi datang, mengejar Landon dan teman-temannya. Teman-teman Landon berhasil kabur, tapi Landon tertangkap. Beruntungnya, Landon sangat pandai berbohong, ia pun bebas.

Namun, kepala sekolah sangat mengetahui sifat buruk Landon, ia nyaris saja di keluarkan dari sekolah. Tapi, Kepala sekolah memutuskan bahwa Landon harus menjalani hukuman percobaan. Hukumannya adalah Landon harus berpartisipasi dalam berbagai usaha dan kegiatan sesudah sekolah, seperti drama musikal musim semi dan mengajar privat.


Disinilah Landon menjadi semakin dekat dengan Jamie Sullivan (Mandy Moore), putri tunggal pendeta Sullivan (Peter Coyote). Jamie sebenarnya adalah gadis yang cantik, hanya saja penampilannya sangat sederhana. Ia selalu mengenakan sweater biru yang usang dan senang sekali memisahkan diri dari kerumunan. Suara Jamie lebih indah dari lonceng pernikahan. Dia gadis yang taat pada agama.


Hari-hari terus berlalu, Landon mulai melihat Jamie dengan tatapan yang berbeda. Semua karena kebaikan hati Jamie yang bertolak belakang dengan sifat teman-teman di geng nya. Btw, sejak kecil ternyata Landon dan Jamie satu sekolah, Guys. 


Landon mengalami kesulitan dalam memahami dialog darama bagiannya, sehingga ia sering bertanya pada Jamie dan meminta Jamie untuk membantunya. Jamie setuju untuk membantu, asalkan dengan satu syarat.



"Kau tidak boleh jatuh cinta padaku."

Landon tidak ingin geng-nya mengetahui kedekatannya dengan Jamie. Itu membuat Jamie sakit hati dan memutuskan perjanjiannya untuk tidak lagi membantu Landon memahami dialog bagiannya. Landon datang ke rumah Jamie, namun Jamie enggan untuk menerimanya. Lalu, menutup pintu. Landon tetap berusaha mengetuk pintu rumah Jamie, namun kini yang muncul adalah ayahnya dengan tatapan yang tidak bersahabat. 

Hari-hari berikutnya, Landon mulai berusaha sendiri untuk memahami dialog bagiannya. Ia juga mulai bisa mengatasai murid privatnya --laki-laki berbadan gemuk-- untuk mengerti apa itu 'segitiga sama sisi' dengan lebih enjoy dalam mengajar. Landon menerapkan aplikasi dalam permainan bola basket untuk menunjukkan apa itu 'segitiga sama sisi'. Jamie melihat kemajuan Landon, ia pun tersenyum senang.

Hari ini pentas drama musim semi. Jamie tampil sangat cantik dengan dress biru panjang tanpa lengan. Sepanjang musikalisasi, Landon menatap Jamie takjub. Sepertinya, Landon mulai menyukai Jamie. Di part terakhir pentas drama, Jamie dan Landon harus berciuman. Itu membuat mereka sedikit canggung di akhir ciuman mereka.

Tidak terima, mantan Landon yang juga merupakan salah satu anggota dari gengnya, bersama teman-temannya mencoba menjahili Jamie. Foto Jamie saat pentas drama diubah menjadi foto porno. Lelucon ini membuat Jamie sakit hati. Untungnya Landon datang dan memeluk Jamie, mencoba menenangkannya. Lantas Landon memukul temannya yang merupakan pencetus ide konyol tersebut.

Landon terus berusaha mendekati Jamie, tapi Jamie terus saja menghindar. Ia mengungkapkan pada Jamie, bahwa ia sangat ingin berada di dekatnya. Namun, Jamie tetap terus menghindar.

"Kau menjauhiku karena sesungguhnya kau juga ingin bersamaku. Begitu kan, Jamie? 

Suatu malam, Landon bertemu dengan Jamie di sebuah pemakaman. Ternyata, Jamie menyukai bintang-bintang dan segala unsurnya di langit. Jamie memiliki teleskop buatannya, dan berharap memiliki yang lebih panjang untuk melihat sebuah kejadian angkasa yang sangat jarang terjadi. Landon semakin tertarik dengan Jamie.

Suatu hari, Landon mengajak Jamie untuk berkencan, namun Jamie menolaknya karena Ayahnya tidak akan mengizinkan ia untuk berkencan, apalagi bersama Landon. Landon tidak tinggal diam, ia mendatangi gereja dan bertemu dengan Ayah Jamie, meminta izin atas nama Tuhan. Ayah Jamie akhirnya mengizinkan anaknya berkencan, dengan sedikit rasa terpaksa.

Jamie memiliki keinginan-keinginan in yang disusun untuk diwujudkan. Satu per satu Landon mulai mengabulkannya, seperti : (Berdiri di dua tempat sekaligus), Landon membawa Jamie pada perbatasan kota dan mewujudkan keinginannya. (Memasang tato), Landon membelikan Jamie sebuah tato non-permanen bergambar kupu-kupu. Dan hal-hal lainnya yang ingin dicapai Jamie. Namun, Jamie tidak memberi tahu apa keinginan nomor satunya.

Hubungan mereka mulai serius. Landon memberikan Jamie sebuah sweater baru berwarna merah muda. Jamie sangat menyukainya. Hingga suatu malam, mereka berkencan di pemakaman untuk melihat pluto yang hanya ada saat menjelang fajar. Disana, Jamie memberi tahu keinginan nomor satunya. Ia ingin menikah di gereja dimana ayah dan ibunya menikah.

Hari demi hari mereka lewati dengan romantis. Suatu ketika, Jamie memberi tahu Landon bahwa ia mengidap Leukimia dan pengobatannya telah dihentikan dua tahun yang lalu. Ia hanya ingin bertingkah seperti manusia normal. Jamie sudah memperingatkan Landon agar tidak jatuh cinta padanya. Namun, Landon justru datang membawa cinta yang sangat manis. Jamie bingung harus bagaimana.

Apapun yang terjadi pada Jamie, Landon tetap semakin mencintai Jamie. Landon membuat teleskop yang besar di taman rumah Jamie untuk mewujudkan keinginan Jamie. Saat Jamie hendak mengintip suara apa itu, Jamie pingsan. Lalu, dibawa ke rumah sakit untuk rawat inap. Leukimia Jamie semakin parah, entah kapan maut akan menjemputnya. Landon setia menunggu Jamie dalam keadaan apapun.

Jamie memberikan sebuah buku yang berisi kutipan-kutipan indah di dalamnya kepada Landon. Buku itu milik Ibu Jamie yang diberikan untuknya sebelum ibunya meninggal. 

Teleskop pun berhasil diselesaikan. Mereka berdua melihat bintang dan berdansa bersama di balkon rumah Jamie. Saat itu, Landon melamarnya agar ia dapat memenuhi keinginan nomor satu Jamie, yaitu menikah. Mereka berdua akhirnya menikah dan hidup bahagia sampai Jamie akhirnya meninggal di akhir musim panas.

Empat tahun kemudian, Landon mengunjungi ayah Jamie. Landon memberitahu bahwa ia kini menjadi mahasiswa kedokteran. Kehidupan brandal-nya berubah menjadi lebih baik sejak bertemu Jamie. Jamie adalah perempuan terbaik yang pernah Landon kenal. Ia juga memberikan buku --berisi kutipan-- yang diberikan Jamie untuknya kepada Ayah Jamie. Ayah Jamie sangat bangga pada Landon, ia mengatakan bahwa Jamie juga pasti akan sangat bangga padanya. Landon meminta maaf kepada ayah Jamie karena Jamie tidak mendapatkan mukjizat-Nya, tetapi pendeta Sullivan meyakini bahwa mukjizat Jamie yang sebenarnya adalah Landon, kehadiran Landon. 

Landon berjalan ke dramaga, tempatnya dulu berkencan bersama Jamie. Ia tahu, kini cinta Jamie seperti angin. Tidak dapat dilihat, namun ia bisa merasakannya sampai ia mati nanti. 

Letters to Juliet


Galau? Bingung mau cerita sama siapa? di film "Letters to Juliet" banyak wanita-wanita galau yang menuliskan isi hatinya pada secarik kertas untuk Juliet. Nantinya setumpuk surat-surat itu akan dibalas oleh empat orang wanita yang menyebut dirinya sebagai Sekretaris Juliet. Gimana kelanjutannya, nih? Yuk, simak review Letters to Juliet (my version) yang berhasil membuat saya tersedu-sedu, hikssss.....

Letters to Juliet adalah film drama komedi romantis yang terinspirasi dari buku "Letters to Juliet" (2006) oleh Lise Friedman dan Ceil Friedman. Film ini bercerita tentang Sophie (Amanda Seyfried), seorang wanita muda Amerika yang bekerja untuk The New Yorker sebagai Pencari Fakta. Sophie dan tunangannya yang juga seorang koki, Victor (Gael Garcia Bernal) mengadakan untuk 'pra-bulan madu) ke Verona. Namun pra-bulan madu mereka tidak berjalan romantis seperti yang dipikirkan. Victor justru memanfaatkan waktunya untuk melakukan penelitian lebih terhadap restorannya yang akan segera dibuka dan mengabaikan Sophie. Sophie tidak begitu tertarik dengan keju, truffle dan menolak ajakan Victor untuk mengunjungi toko anggur. Sophie memilih untuk mengisi waktunya dengan kegiatan yang ia inginkan dan membiarkan Victor mengisi waktunya dengan kegiatan yang ia inginkan pula. Win Win.

Sophie mengunjungi rumah yang diduga di huni oleh Juliet (Shakespeare). Wanita-wanita memadati dinding di bawah balkon rumah itu dengan surat-surat tentang perasaan mereka yang di mabuk cinta --sudah dilakukan bertahun-tahun silam-- untuk meminta nasihat. Surat-surat itu diberi nama 'Letters to Juliet'. Sophie, seorang pencari fakta juga sangat sangat tertarik dengan 'menulis', tentunya ia ingin menjadi penulis. Sophie masih duduk di bangku di bawah balkon rumah Juliet, sampai seorang wanita yang membawa keranjang mulai mencabut surat-surat yang ditempel disana.

Penasaran, Sophie pun mengikuti kemana perempuan itu pergi. Rupanya terdapat tiga perempuan mature yang sudah menunggu disana. Mereka berempat menamai jabatan mereka sebagai Sekretaris Juliet dan bertugas untuk membalas seluruh surat-surat yang disampaikan untuk Juliet.

Pada suatu hari, Sophie menemukan sebuah surat yang disembunyikan di dalam sebuah lubang kecil tertutup batu, ditulis oleh Claire Smith (Vanessa redgrave). Surat itu sudah usang dan tampak kecoklatan. Sophie tertarik untuk membalas surat cinta Claire. Balasan surat itu sampai kepada Claire dan Claire pun tiba di Verona bersama cucu tampannya yang seorang pengacara pembela Hak Asasi Manusia, Charlie (Christopher Egan). 

Surat balasan dari Sophie menggugah hati Claire untuk kembali mencari Lorenzo --pria yang membuat Claire jatuh cinta dan masih jatuh cinta kepadanya selama ini--. Sophie tertarik dan menawarkan diri untuk bergabung dalam pencarian bersama mereka. Sophie yakin bahwa kisah ini akan menjadi kisah cinta yang luar biasa.

Kendala mulai ditemui karena terdapat banyak nama Lorenzo Bartolini. Tapi, Claire yakin betul bahwa Lorenzo tidak akan meninggalkan tanah kelahirannya. Sophie yang terbiasa menjadi pencari fakta bertindak cerdas dengan membatasi lokasi pencarian di peta menggunakan kalung Claire yang merupakan pemberian Lorenzo. Kesana-kemari tak kunjung pula ditemui Lorenzo Bartolini yang dimaksud, hingga akhirnya mereka menemukan salah satu dari Lorenzo Bartolini telah meninggal. Charlie marah dan menyalahkan Sophie. Charlie meuduh Sophie bahwa Sophie tidak mengetahui apa pun tentang 'kehilangan', padahal Sophie sudah kehilangan Ibunya saat ia berusia sepuluh tahun. Sophie berlari dan menangis, sedih.

Claire dan Sophie saling menyenangi satu sama lain, namun Charlie sangat sarkatis terhadap Sophie. Claire meminta Charlie untuk meminta maaf kepada Sophie. Sophie menerima permintaan maaf Charlie. Sebagia tanda permintaan maafnya kepada Sophie, Charlie mengajak Sophie untuk mengelilingi Verona. Mereka melewati hari dengan bahagia. Ternyata Charlie tidak terlalu buruk, ia cukup menyenangkan. Sophie mengizinkan Charlie untuk membaca karya tulisnya tentang pencarian cinta Claire, Charlie sangat menyukai tulisan itu. Sophie merasa sangat dihargai dan mulai menatap Claire dengan tatapan yang berbeda.

Saat malam tiba, Sophie menemui Charlie yang sedang berbaring di rerumputan menatap bintang, Sophie meminta izin untuk bergabung. Sekali lagi Charlie meminta maaf atas perlakuannya yang kurang baik terhadap Sophie. Benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua. Lantas mereka berciuman. Claire melihat cinta mereka yang mengingatkan kisah cintanya dulu.

Pagi berikutnya adalah hari terakhir pencarian Lorenzo. Claire menunjuk sebuah kebun anggur yang merupakan tempatnya dulu berkunjung bersama Lorenzo. Claire berniat untuk mengajak Sophie minum bersama sebagai tanda perpisahan. Saat Charlie menuruni jalan, Claire melihat seorang pemuda yang tampak persis seperti Lorenzo. Claire meminta Charlie untuk menghentikan mobilnya. Claire sangat mengenal mata itu, seperti mata Lorenzo. Ternyata, nama pemuda itu adalah Lorenzo Bartolini. Kakak dari pemuda itu pun bernama Lorenzo Bartolini. Mereka yakin bahwa kedua pemuda itu adalah cucu Lorenzo Bartolini. Tak lama kemudian, Lorenzo datang bersama kuda putihnya dan secara cepat mengetahui keberadaan Claire. Mereka pun kembali bersama setelah lima puluh tahun lamanya berpisah. Oh..so sweet!

Kembali ke New York, Sophie memutuskan hubungannya dengan Victor karena menganggap hubungan mereka sudah berbeda. Hubungan mereka bukan lagi hubungan layaknya dua insan manusia yang jatuh cinta. Victor sadar bahwa ia terlalu mengabaikan Sophie dan berjanji untuk berubah, namun semuanya sudah terlambat.

Sophie menerima undangan pernikahan Claire dan Lorenzo di Verona. Ia teringat pada secarik kertas yang ia temukan di Verona, surat cinta Claire yang telah mempertemukannya dengan Charlie (Backsound: Love Story-Taylor Swift). Sophie menemukan Charlie bersama Patricia yang menciumnya. Sophie mulai putus asa.

Di tengah-tengah pesta pernikahannya, Claire membacakan balasan surat dari Sophie yang sangat menyentuh hatinya. Sophie merasa bodoh karena tidak mampu melakukan apa yang ia tuliskan pada orang lain. Sophie berlari meninggalkan acara pernikahan, Charlie mengejar dan mencarinya. Didapatinya Sophie di balkon, Sophie menyatakan bahwa ia benar-benar mencintai Charlie, namun Charlie sudah bersama Patricia.
Charlie tertawa, ia lupa menjelaskan bahwa ada dua Patricia, Patricia yang pertama adalah mantan pacarnya yang telah ia lupakan dan Patricia yang Sophie lihat adalah sepupunya.

Charlie memanjat akar-akaran yang tumbuh menuju balkon, namun terjatuh. Sophie pun turun dan mereka berciuman di tanah. Puluhan sorot mata menyaksikan kejadian romantis itu.

Warm Bodies


Guys, kebayang nggak sih kalau kita berada di antara gerombolan mayat hidup yang hobi banget makan otak manusia? Well, karena otak manusia adalah bagian yang paling enak menurut mereka. Iuwhhh....!
Disini akan gue ulas alias review tentang film yang diadaptasi dari novel karya Isaac Marion, yakni "Warm Bodies".

Kalau "Twilight" bercerita tentang romantisme manusia (Bella) dan vampire (Edward), film karya Jonathan Levine ini bercerita tentang kisah cinta antara zombie dan manusia. Film bergenre horror-romantic-comedy ini rilis perdana pada 1 Februari 2013.

Film ini bercerita tentang dunia yang dilanda wabah virus zombie dan banyak kota yang berubah menjadi kota mati karenanya. Salah satu zombie tersebut bernama R (Nicholas Hoult), yang mempunyai keunikan tersendiri. Ia sadar bahwa ia hanyalah seorang zombie kesepian yang menghabiskan hari-harinya dengan berkeliling di bandara. R mempunyai sahabat bernama M. R dan M berkomunikasi dengan dengusan dan erangan dan sesekali nyaris saja mendekati sebuah kata. Hanya dua kata yang mampu mereka ucapkan , yakni : Hungry dan Town

Suatu ketika, saat R dan gerombolan zombie lainnya sedang berburu manusia untuk dimakan, ia bertemu dengan Julie (Teressa Palmer) dan teman-temannya --salah satunya adalah pacar Julie-- yang ditugaskan oleh Ayah Julie untuk mengambil pasokan medis di kota mati. Seakan-akan slow motion, rambut pirang julie yang agak ikal membuat Julie terlihat semakin cantik di mata R. Ia bertekad untuk membawa Julie ke kediamanannya di sebuah pesawat rongsokan. Namun, Perry --pacar Julie-- justru menembak dada R, membuat R geram dan membunuh Perry. R memakan otak Perry, sehingga R mampu melihat kenangan Perry saat pertama kali bertatap mata dengan Julie, membuat ketertarikannya pada Julie menjadi semakin kuat. 

Semenjak bertemu dengan Julie, R mulai berubah, ia menjadi seperti "lebih hidup". Setelah beberapa hari merasa terkurung di dalam pesawat terbang, Julie mulai gelisah dan mencoba kabur beberapa kali untuk kembali ke rumah. Namun, perlakuannya itu menarik kerumunan zombie karena bau darah segarnya. Untungnya, R selalu datang tepat waktu dan mengolesi darah zombinya pada Julie agar darah segarnya tidak tercium lagi oleh zombie-zombie yang lain. Julie merasa aneh dengan perilaku R yang berbeda dengan zombie-zombie lainnya. R sangat baik pada Julie, R juga menyukai aluan musik. Ya, walaupun wajahnya tetap saja mengerikan tanpa ekspresi.

Pada akhirnya, Julie dan R kabur bersama dari "manusia kurus" --bentuknya hanya tulang belulang saja--. Mereka berdua bergandengan tangan dan bersiap menghadapi halangan dan rintangan bersama. M bingung dengan sikap R yang demikian, begitupula zombie-zombie lainnya, seperti ada sesuatu yang bergejolak di diri mereka untuk membiarkan Julie dan R pergi.

Dalam perjalanan, R mengungkapkan kepada Julie, bahwa dirinyalah yang membunuh Perry. Julie kaget sata mengetahuinya. R pun merasa bersalah dan untuk pertama kalinya semenjak menjadi zombie, R kembali bermimpi.

Pagi pun datang, Julie tidak ada di kasurnya. Ia telah kabur meninggalkan R. Lalu, R? Ia kembali ke bandara. Dia lalu melihat M dan zombie lainnya juga menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan memberi tahu R bahwa Boneys-Zombie mencari R dan Julie. R mulai mengetahui bagaimana cara untuk menyembuhkan zombie-zombie untuk menjadi manusia seperti semula. Ia ingat rute rahasia untuk melewati dinding pembatas dari otak Perry yang ia makan. R menyelinap dan melewati jalanan sepi hingga sampai di rumah Julie.

Julie merasa aneh karena dirinya merindukan R. Saat ia berjalan menuju balkon rumahnya, Julie mendapati R di taman. Beruntung, Ayah Julie sedang bertugas, kalau tidak, Ayah Julie pasti sudah menembak kepala R. R memberi tahu Julie bagaimana cara menyembuhkan zombie, yakni berinteraksi dengan manusia normal dan adanya cinta.

Nora (sahabat Julie) awalnya terkejut, namun ia mulai mempercayai R karena R zombie yang absurd. Baru kali ini Nora melihat zombie dapat berbicara, lebih tepatnya bergumam dengan beberapa kata yang dapat ditebak. Nora dan Julie merias R agar tidak terlalu menakutkan, dengan paduan bedak dan blush on. Tetap saja Ayah Nora tidak percaya dan melanjutkan siaganya untuk menyerang gerombolan zombie. Julie dan R kabur menuju stadion bisbol --tempat dimana sisa kelompok R menunggu-- namun mereka justru diserang oleh sekelompok Boneys. Sementara M dan sekelompok zombie yang lain juga berperang melawan Boneys. Pasukan Kolonel Grigio mendapat pertolongan baik dari sekelompok zombie hingga akhirnya mereka bersama-sama melawan Boneys. 

Mengambil satu-satunya jalan keluar. R dan Julie melompat bersama-sama ke sebuah kolam yang jauh di bawah, R mencoba melindungi Julie dari benturan. Setelah Julie menarik R dari kolam, mereka berciuman menyebabkan R untuk sepenuhnya kembali hidup. Tiba-tiba Kolonel Grigio menemukan mereka lalu menembak R di dada tanpa peringatan. R berdarah! Mereka pun yakin bahwa R benar-benar kembali hidup. R merasa bahagia karena berdarah layaknya manusia normal, darah merah.

Akhirnya zombie diizinkan melebur kembali dengan manusia. Bermain baseball, berjalan bersama di bawah payung saat hujan dan lain-lain. Film berakhir saat R dan Julie duduk di sebuah jembatan mengingat romansa R for Romeo and Julie for (Juliet), teman Julie yang bernama Nora, pacar Julie yang bernama Perry (Paris) dan sahabat R yang benama M (Mercutio). Trivia yang menarik bukan?

Tembok pembatas pun dirubuhkan. Tanda berakhirnya kiamat akibat wabah zombie. Terus? Ya, mereka hidup bahagia!!!!

Oz The Great and Powerful


Mungkinkah seorang pesulap gadungan dengan etika yang meragukan, memimpin sebuah Dunia yang penuh keajaiban? 
Kebohongan membawanya pada ending yang menyenangkan. Apaan maksudnya nih? Langsung aja friend, kita bahas "Oz The Great and Powerful"

"Oz The Great and Powerful" adalah Disney petualangan fantastis yang disutradarai Sam Raimi. Ketika Diggs Oscar (James Franco), seorang pesulap kecil-kecilan di sirkus keliling dengan etika yang meragukan, terjebak dalam tornado besar. Ketakutan di dalam keranjang balon udaranya dan berharap kematian tidak datang menjemputnya saat itu. Keajaiban pun datang entah darimana, membawa pesulap Oz dari tanah berdebu Kansas (1905) menuju Dunia Oz yang menakjubkan.

Balon udara Oz mulai tak terkendali, melaju dengan kecepatan super melewati tebing-tebing tinggi, sungai jernih yang biru, air terjun, dan berbagai macam bunga dan tanaman ajaib yang mampu menciptakan alunan musik yang menenangkan. Hingga ia bertemu dengan tiga penyihir, Theodora (Mila Kunis), Evanora (Rachel Weisz), dan Glinda (Michelle William). Seluruh penghuni Land of Oz telah lama menunggu kedatangan penyihir yang memiliki nama yang sama dengan Land of Oz yang mampu membawa kedamaian di Dunia Oz, yakni Oscar alias Oz.

Karakter Oz yakni penggoda wanita yang cukup handal membuat Theodora jatuh hati padanya. Theodora yakin bahwa penyihir yang ditunggu selama ini adalah Oz, dan ia siap bersanding bersama Oz untuk memimpin Land of Oz. Namun Oz harus terlebih dahulu menghancurkan Penyihir Jahat yang telah membunuh Raja Oz sebelumnya. 

Di perjalanan menuju kota Emerald, mereka menemukan Finley --monyet terbang yang dapat berbicara dan menggunakan setelan pelayan-- yang menjanjikan pengabdian sampai mati kepada Oscar ketika ia menyelamatkan Finley dari singa. Oscar mengungkapkan kepada Finley bahwa sebenarnya ia bukanlah penyihir yang dimaksud, ia hanyalah seorang pesulap dan penipu dari Kansas. Sudah terlanjur mengucapkan pengabdiannya, mau tidak mau Finley harus tetap setia bersama Oz.

Evanora memberikan janji tahta dan segudang emas kepada Oscar apabila ia berhasil mencuri tongkat Penyihir Jahat yang berada di Hutan Kegelapan, karena tanpa tongkat itu, Penyihir Jahat bukanlah apa-apa. Oscar dan Finley melakukan perjalanan menuju Hutan Kegelapan bersama gadis keramik dari China yang desanya dan keluarganya hancur berkeping-keping oleh Penyihir Jahat. Namun, ketika sampai di Hutan Kegelapan dan menemukan "Wicked Witch" ternyata seorang Glinda (The Good) yang memberi tahu mereka bahwa Evanora adalah Penyihir Jahat yang sebenarnya. Evanora melihat kejadian ini dengan bola kristalnya dan memanipulasi keadaan kepada Theodora, agar Theodora patah hati dan melawan Oscar. Evanora memberikan sebuah apel hijau yang merubah hati Theodora menjadi penuh kebencian dan merubah wujud Theodora menjadi penyihir jahat berwarna hijau dengan dagu yang panjang --hanya dengan satu gigitan--.

Glenda membawa trio Oscar ke tempat tinggalnya di Oz untuk menghindari pasukan Winkie dan Babun terbang yang dikendalikan Evanora. Glenda mengetahui bahwa Oscar bukanlah seorang Penyihir Sejati, namun rakyat Oz tidak mengetahuinya, sehingga Glenda meminta Oz untuk meyakini rakyat Oz bahwa Penyihir Sejati sesungguhnya telah hadir di tengah-tengah mereka. Glenda yakin bahwa Oscar mampu membantu mereka untuk menghentikan Evanora, tanpa membunuh, karena rakyat Oz dilarang membunuh.

Glenda memperkenalkan pasukan Quadling, Tinker dan Muchkin kepada Oscar. Tapi tiba-tiba Theodora datang menghancurkan gelembung ajaib yang melindungi kota dimana Glenda tinggal dan memperlihatkan rupanya yang baru kepada Oscar sebelum mengancam akan membunuhnya dan rakyat Oz dengan bantuan pasukan Emerad City. Oscar bersikeras pasukannya tidak dapat mengalahkan Penyihir Jahat, namun setelah menceritakan mengenai Thomas Alfa Edison dan kemampuannya sebagai pesulap dan penipu yang handal, ia sadar bahwa pasukannya bisa menyerang dengan tipuan sulap.

Glenda dan rakyat Oz memanfaatkan orang-orangan dari jerami yang disembunyikan dalam kabut putih tebal untuk menipu Theodora dan Evanora agar mengirimkan pasukan babun terbangnya ke ladang Opium yang kelak akan membuat mereka terlelap karena harum bunganya. Akan tetapi, dua babun berhasil membawa Glenda ke alun-alun kota untuk menjalani eksekusi. Beruntungnya, tongkat ajaib Glenda berhasil di temukan oleh gadis keramik sebelum ditemukan oleh Evanora. Sementara itu, Oscar menyusup ke Emerald City bersama beberapa rakyat Oz dengan bantuan Nuck yang merupakan utusan walikota. Tetapi, Oscar seolah meninggalkan rakyat Oz begitu saja dengan balon udara yang berisikan emas. Balon tersebut kemudian dihancurkan oleh Theodora.

Oscar lalu menampilkan wujud barunya yang merupakan hasil kerja mesin asap dan proyektor gambar tersembunyi untuk menampilkan wajah holografis "aslinya". Theodora dengan kekuatannya mencoba menghancurkan kembali Oscar, namun wujud Oscar kali ini seakan-akan adalah wujud abadinya yang tidak akan binasa. Ia menakuti Theodora dan Evanora dengan menjatuhkan bintang-bintang yang sebenarnya merupakan kembang api. Lantas Evanora bersembunyi di dalam istananya, sementara Theodora kabur dari kota dengan sapu terbangnya karena gagal menghancurkan si penyihir yang "tak terkalahkan". Si Gadis Keramik berhasil membawa tongkat Glenda kepada pemiliknya.

Akhirnya Glenda mampu mengalahkan Penyihir Jahat dengan menghancurkan kalung hijau yang menyembunyikan bentuk sejatinya sebelum akhirnya dibawa pergi oleh Babun Terbang menuju tempat yang terisolasi. Setelah pertunjukan berakhir, Oscar resmi menjadi raja Oz. Ia juga memberikan hadiah kepada beberapa teman-temannya: Master Tinker (Bill Cobs) --yang membangun mesin-mesinnya-- mendapatkan pisau kemah, Nuck (Tony Cox) --penjaga kota yang sering menggerutu-- mendapatkan topeng bibir seulas senyum, Gadis Keramik mendapatkan mereka semua sebagai keluarga barunya karena Oscar tidak mampu mengembalikan keluarga aslinya yang merupakan harapan Gadis Keramik, dan Glenda tentu saja mendapatkan Oz. 

Finally, mereka semua hidup bahagia. Yeay!