Rizky.
Rambutnya hitam legamnya dipotong rapi berponi menaungi alis tebal yang senada dengan warna rambutnya. Matanya besar dan cokelat menenangkan. Kulitnya putih dan walaupun dia laki-laki, bibirnya merah.
Rizky lahir dari ibu beragama Kristen dan ayah beragama Islam. Karena dia tetangga gue––maksudnya, dia sering main ke rumah saudaranya––jadi, kami cukup akrab. Rumah aslinya juga nggak terlalu jauh dari rumah gue.
Kalau gue dan anak-anak yang lain main galaxy, gue pasti ngejagain dia terus. Habisnya ganteng banget sih, jadi secara sadar maupun tidak sadar, kaki gue selalu melangkah ke arahnya––anjaaaass gile. Apalagi kalau main nenek gerondong yang minta ubi. Gue pasti duduk di belakangnya supaya bisa megang-megang badannya yang walaupun masih kecil, sudah bisa dibayangkan kalau besar nanti bakalan segagah Robert Pattinson.
Gue dan Rizky sering berbagi makanan, makan bareng, cerita-cerita soal kenakalan kami (gue lebih tepatnya) yang selalu dia jawab "You should just say you're sorry." dan gue mengangguk kecil sambil senyum-senyum, padahal dalem hati I would rather die. Well, Rizky adalah laki-laki yang bijaksana––waktu itu. Kalau dilihat-lihat tuh gue sama Rizky kayak pangeran tampan dan beruk hutan lagi main. Gue adalah bocah kecil hitam, dekil, nakal, dan nggak pernah nyisir rambut.
Suatu ketika––gue lupa, ini bulan Ramadhan atau bukan––dia bilang kalau dia mau SHOLAT! Gue syok. Sumpah beneran syok. Setahu gue, dia beragama Kristen dan pergi ke gereja. Tapi, karena dia minta ke gue buat ngajarin dia sholat, akhirnya gue bawa dia ke mesjid.
Arrin kecil bisa apasih Sholat juga belum khusyuk. Pas Rizky lagi sholat, gue ngintip-ngintip. Si Rizky juga nengok-nengok ke belakang. Terus gue senyumin aja. Hahaha. Tapi, gue nggak berani nanya kenapa dia mau sholat dan gue juga nggak tahu apakah dia masih pergi ke gereja atau nggak.
Kemudian, karena gue harus pindah rumah ke Bekasi––waktu itu kenaikan kelas dari kelas 2 ke kelas 3––jadi, gue nggak pernah ada kontak lagi sama Rizky. Sama sekali. Sampai sekarang. Gue nggak tahu sekarang fisiknya dia kayak gimana? Agamanya apa? Dia masih tinggal di Jakarta Utara (Belakang Kantor Pos, Jalan Swasembada) atau enggak? Gue nggak tau semuanya.....
Sekian.